Jika masih ada perasaan ragu dan bimbang berarti kebenaran belum ditemukan

Keputusan adalah hasil pemikiran yang berulang-ulang,setiap keputusan yang tepat didasari oleh keyakinan yang pasti.
Dewasa ini banyak orang yang mengalami keraguan mental,banyak kebimbangan setelah pengambilan keputusan.

Sebagai manusia yang berpikir,sudah selayaknya setiap keputusan yang diambil adalah final dan harus dilaksanakan dengan penuh keyakinan,karena keputusan yang didasari keyakinan adalah kebenaran yang menyejukkan.
Jika didalam keputusan masih ada keraguan,ini tidak bisa diartikan sebagai keputusan,tetapi masih proses berpikir itu sendiri,karena keputusan adalah akhir bukan awal.

Setiap bangsa yang beradab sepanjang zaman menggunakan keputusan sebagai pola dari tindakan,sehingga tindakan adalah hasil dari keputusan.
Mungkin ada beberapa orang yang tidak setia terhadap keputusannya,tetapi sangat jelas bahwa orang tersebut sebenarnya sedang ragu dan bimbang dengan keputusan yang sudah diambil.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa keputusannya memiliki dasar yang rapuh.
Keputusan tersebut keluar dari jalur kebenaran yang diinginkan,keputusan tersebut belum selesai dan itu bukan keputusan tetapi masih proses berpikir.

Tidak terbantah lagi,bahwa kebenaran adalah sumber keyakinan dan kedamaian,karena sepenuhnya ini benar maka setiap keputusan harus didasari oleh kebenaran itu sendiri.
Setiap keputusan yang tidak berdasar pada kebenaran maka hasil sepanjang jalan adalah keraguan dan kebimbangan.
Jika keputusan yang didasari keraguan dipaksakan,hasilnya adalah penyesalan.
Berpikir adalah jalan yang harus ditempuh,karena oleh pemikiran maka setiap keputusan tepat dapat dicapai.
Jika berpikir diabaikan maka yang terjadi adalah kesalahan,dan kesalahan adalah akibat dari ketidaktahuan.

Perasaan bersalah adalah akibat dari hal yang sama,yaitu pemaksaan keputusan yang didasari oleh keraguan dan kebimbangan,dan merupakan kebodohan pasti jika keputusan yang belum jadi sudah digunakan sebagai pola tindakan.
Setiap pemikiran akan mengambil gambar dari tindakan yang di ambil,jika sesuatu dilakukan apa yang menjadi akibatnya bisa ditemukan didalam pemikiran.
Kemalasan adalah musuh dari pemikiran,dan setiap kemalasan adalah benih dari kegagalan,mungkin awalnya kegagalan itu tampaknya kecil dan mudah ditangani,tetapi dalam jangka panjang semua itu menjadi semakin besar dan sulit ditangani karena hukum pertumbuhan berlaku.

Maka jalan terbaik adalah kemauan dan keinginan harus dikembangkan,pemikiran harus menjadi makanan wajib dalam setiap pengambilan keputusan.
Setiap keputusan akan mengambil bentuk terbaiknya jika pemikirnya mendasari pemikiran tersebut dengan kebenaran yang hakiki.
Jadi sangat tepat bahwa di semesta ini ada satu prinsip terbesar dan yang paling berdaya yaitu prinsip kebenaran.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar