Saya ingin bercerita sedikit tentang seorang pemuda dan ternaknya kepada anda.
Disebuah desa tinggallah seorang pemuda yang mempunyai banyak ternak,ada ayam,anjing kesayangan,bebek dan juga seekor kura-kura yang paling dia sayangi.
Semua dipelihara dibelakang rumah kecuali anjingnya,dan dikolam kecil dia memelihara seekor kura-kura yang sudah cukup besar.
Suatu hari karena keperluan mendadak pemuda itu pergi ke suatu tempat,karena keperluannya sangat penting dia harus menginap dan tidak pulang selama beberapa hari.
Setelah keperluannya selesai,dia teringat terhadap ternaknya dirumah,akhirnya dengan buru-buru dia pulang,setelah sampai di rumah,dia disambut anjing kesayangannya,dan pemuda tersebut bershukur karena anjingnya baik-baik saja,kemudian dia segera lari kebelakang rumah dan melihat kondisi ternak lainnya.
Ayamnya terlihat sehat,meskipun tidak diberi makan seperti biasanya,karena selama ia pergi,mungkin ayam tersebut mencari makan sendiri,begitu juga dengan bebeknya masih tetap sehat.
Sampailah dia ke sebuah kolam kecil tempat dia memelihara kura-kura kesayangannya,dia sangat kaget melihat kondisi kolam tersebut,airnya menjadi sangat kotor dan terlihat kura-kuranya tidak bergerak sama sekali,dia segera menghampiri kura-kura tersebut dan mengangkatnya,dia sungguh khawatir terhadap keadaan kura-kura tersebut,sedikit dia membalik-balik kura-kura tersebut,berharap masih ditemukan tanda-tanda kehidupan,untunglah setelah agak lama dia memegang kura-kura tersebut ada sedikit gerakan dari kaki kura-kuranya,sehingga masih ada tanda bahwa kura-kura tersebut masih hidup.
Sepertinya kura-kura itu lemas karena tidak makan selama beberapa hari selama dia pergi,ditambah airnya yang kotor dan mulai berbau,karena biasanya dia selalu mengganti airnya setelah terlihat mulai kotor.
Sebagai penyelamatan pertama dia segera kekamar mandi,mengalirkan air bersih keselang kemudian menyemprotkan ke kura-kura tersebut sampai bersih,dia juga mengambil sebuah bak kosong dan mengisinya dengan air bersih kemudian memindahkan kura-kura tersebut kedalam bak yang sudah berisi air bersih tersebut,singkat cerita kura-kura tersebut mulai bergerak dan memperlihatkan tanda-tanda mulai pulih dari keadaannya yang tadinya lemas dan hampir mati.
Setelah melihat kondisinya yang semakin membaik,lalu pemuda tersebut memberinya makan.
Sekarang pertanyaannya,apa hubungannya dengan manusia?
Ini dia philoshopynya,manusia itu memiliki kesamaan seperti kura-kura yang diceritakan tersebut,manusia tidak bisa tinggal dilingkungan yang tidak berkualitas,cepat atau lambat manusia yang tinggal dilingkungan buruk akan menjadi buruk juga keadaannya.
Manusia perlu makanan,baik makanan untuk perutnya ataupun pikirannya,masalahnya jika menyangkut makanan,manusia hanya ingat perut tetapi lupa bahwa otaknya juga perlu makanan.
Setelah ini anda bisa memulai hidup baru,jika selama ini lingkungan anda tidak berkualitas dan membuat anda lemas dan tidak bergairah,sekarang saatnya anda mencari lingkungan baru yang berkualitas dan sesuai dengan harapan anda,lingkungan yang akan membuat anda bertumbuh dalam segala kebaikan.
Jangan meghabiskan waktu untuk bertahan,dan berharap segala sesuatunya akan berubah dengan sendirinya,ingat ini bukan dunia kebetulan,ini dunia sebab-akibat.
Ada satu prinsip yang akan menolong anda,ingat selalu bahwa karakter dan keadaan kita ditentukan oleh lingkungan tempat dimana kita tinggal,prinsip ini sama seperti ular dengan warna yang dimilikinya.
Disebuah desa tinggallah seorang pemuda yang mempunyai banyak ternak,ada ayam,anjing kesayangan,bebek dan juga seekor kura-kura yang paling dia sayangi.
Semua dipelihara dibelakang rumah kecuali anjingnya,dan dikolam kecil dia memelihara seekor kura-kura yang sudah cukup besar.
Suatu hari karena keperluan mendadak pemuda itu pergi ke suatu tempat,karena keperluannya sangat penting dia harus menginap dan tidak pulang selama beberapa hari.
Setelah keperluannya selesai,dia teringat terhadap ternaknya dirumah,akhirnya dengan buru-buru dia pulang,setelah sampai di rumah,dia disambut anjing kesayangannya,dan pemuda tersebut bershukur karena anjingnya baik-baik saja,kemudian dia segera lari kebelakang rumah dan melihat kondisi ternak lainnya.
Ayamnya terlihat sehat,meskipun tidak diberi makan seperti biasanya,karena selama ia pergi,mungkin ayam tersebut mencari makan sendiri,begitu juga dengan bebeknya masih tetap sehat.
Sampailah dia ke sebuah kolam kecil tempat dia memelihara kura-kura kesayangannya,dia sangat kaget melihat kondisi kolam tersebut,airnya menjadi sangat kotor dan terlihat kura-kuranya tidak bergerak sama sekali,dia segera menghampiri kura-kura tersebut dan mengangkatnya,dia sungguh khawatir terhadap keadaan kura-kura tersebut,sedikit dia membalik-balik kura-kura tersebut,berharap masih ditemukan tanda-tanda kehidupan,untunglah setelah agak lama dia memegang kura-kura tersebut ada sedikit gerakan dari kaki kura-kuranya,sehingga masih ada tanda bahwa kura-kura tersebut masih hidup.
Sepertinya kura-kura itu lemas karena tidak makan selama beberapa hari selama dia pergi,ditambah airnya yang kotor dan mulai berbau,karena biasanya dia selalu mengganti airnya setelah terlihat mulai kotor.
Sebagai penyelamatan pertama dia segera kekamar mandi,mengalirkan air bersih keselang kemudian menyemprotkan ke kura-kura tersebut sampai bersih,dia juga mengambil sebuah bak kosong dan mengisinya dengan air bersih kemudian memindahkan kura-kura tersebut kedalam bak yang sudah berisi air bersih tersebut,singkat cerita kura-kura tersebut mulai bergerak dan memperlihatkan tanda-tanda mulai pulih dari keadaannya yang tadinya lemas dan hampir mati.
Setelah melihat kondisinya yang semakin membaik,lalu pemuda tersebut memberinya makan.
Sekarang pertanyaannya,apa hubungannya dengan manusia?
Ini dia philoshopynya,manusia itu memiliki kesamaan seperti kura-kura yang diceritakan tersebut,manusia tidak bisa tinggal dilingkungan yang tidak berkualitas,cepat atau lambat manusia yang tinggal dilingkungan buruk akan menjadi buruk juga keadaannya.
Manusia perlu makanan,baik makanan untuk perutnya ataupun pikirannya,masalahnya jika menyangkut makanan,manusia hanya ingat perut tetapi lupa bahwa otaknya juga perlu makanan.
Setelah ini anda bisa memulai hidup baru,jika selama ini lingkungan anda tidak berkualitas dan membuat anda lemas dan tidak bergairah,sekarang saatnya anda mencari lingkungan baru yang berkualitas dan sesuai dengan harapan anda,lingkungan yang akan membuat anda bertumbuh dalam segala kebaikan.
Jangan meghabiskan waktu untuk bertahan,dan berharap segala sesuatunya akan berubah dengan sendirinya,ingat ini bukan dunia kebetulan,ini dunia sebab-akibat.
Ada satu prinsip yang akan menolong anda,ingat selalu bahwa karakter dan keadaan kita ditentukan oleh lingkungan tempat dimana kita tinggal,prinsip ini sama seperti ular dengan warna yang dimilikinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar