Menanti Janji Tuhan

Setiap hari hatiku gelisah menanti jawaban doa,aku berpikir dalam egoku,apakah benar janji Tuhan yang indah itu akan digenapi dalam kehidupanku?
Sepertinya semua keadaan mendukung pendapatku,seolah-olah semua yang terjadi semakin menguatkan ketidakpercayaanku.

Sampai suatu waktu ketika aku sedang menjalani hari-hariku seperti biasa,terbesit dalam pikiranku bahwa aku sudah terlalu jauh dibawa angan-angan kosong yang sia-sia.
Aku menyadari bahwa janji Tuhan tidak hanya ditunggu untuk digenapi,tetapi harus kita sendirilah yang menggenapinya.
Bukankan janji Tuhan itu dengan syarat?
Benar janji Tuhan memiliki syarat yang harus dipenuhi sebagaimana tertulis dalam alkitab,bahwa semua berkat akan datang kepadamu jika engkau mendengarkan baik-baik Tuhan Allahmu dan tidak menyimpang kekanan atau kekiri dari perintahNya.

Sampai pengertian ini saya semakin yakin bahwa ada bagian Tuhan dan ada bagian kita.
Guruku sering berkata bahwa apa yang kelihatan adalah bagian manusia dan apa yang tidak kelihatan adalah bagian Tuhan.
Jika ini kebenarannya,maka cukuplah saya menanti,saya harus bertindak,saya harus melakukan bagian saya sendiri.
Apa yang Tuhan janjikan adalah suatu kebaikan yang harus diawali dengan satu tindakan kecil saya,kemudian saya akan bertanya,apa Tuhan selanjutnya?
Wow... ini benar-benar mencerahkan hati saya,setiap keraguan mulai terlepas dan diganti dengan iman dan keyakinan.

Sekarang saatnya bagi saya bertindak,Nike lebih paham dengan slogannya just do it !
Yeahh..just do it.
Saya sekarang lebih bergairah dalam menanti janji Tuhan,terkadang saya sedikit ragu,tetapi sering kali keraguan itu lenyap dengan sendirinya ketika saya melihat hukum-hukum Tuhan di semesta ini yang dasyat.
Bayangkan saja bagaimana matahari dengan teratur terbit dan tenggelam dan tidak pernah terlambat menyinari bumi,masakan Tuhan yang mengatur semua itu tidak menggenapkan janjinya yang jauh lebih kecil dari perkara matahari?
Ayolah teman,saat ini saya memberikan pemikiran saya ini bukan hanya untuk menguatkan diri saya sendiri,tetapi juga untuk setiap orang yang saat ini mulai krisis iman.
Sebab ada tertulis,siapa yang bimbang hatinya tidak akan menerima apa-apa.
Sadarilah bahwa segala sesuatu sudah berjalan sebagaimana mestinya,hanya beberapa hal tidak sesuai dengan selera pribadi kita.
Jadi sudah menjadi tugas kita untuk menshukuri apa yang sudah terjadi dan terus berusaha melakukan yang terbaik saat ini untuk menciptakan masa depan sesuai janji Tuhan.

Jalan kedepan memang tidak mudah,dan mengenai hari esok ada tertulis bahwa kita tidak bisa tertawa atas hari esok,karena tidak seorangpun tahu apa yang akan terjadi atas hari esok,dan tugas kita adalah berjaga-jaga.
Saat ini saya merasa bahwa kita perlu berbenah mengenai iman,bahwa iman harus disertai dengan tindakan.
Manusia sendiri perlu berbuat sesuatu.
Pertanyaannya,apa yang akan kita lakukan?
Semua itu ditentukan keputusan masing-masing setiap orang.
Apakah anda dipanggil untuk membersihkan daun kering ditengah kota,bertani,mengajar,ataupun memimpin,semua itu telah diserahkan ke tangan anda sendiri untuk memilihnya.
Karena bagi saya jika masing-masing setiap dari kita bertindak dengan ketulusan hati,kita tidak selalu menginginkan hal yang sama.
Tidak semua orang menginginkan rumah yang sama,pekerjaan yang sama,warna yang sama,lingkungan yang sama.
Pada intinya setiap dari kita mempunyai peranannya masing -masing dalam kehidupan.
Yang membuat istimewa adalah,jika keinginan kita diteguhkan janji Tuhan,maka saat penggenapan janji itu,pada akhirnya akan membuat mata seluruh penduduk sebuah kota tertuju kepada anda.
Percayalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar