Saya hanya ingin memberikan pengertian bahwa segala sesuatu yang telah kita kerjakan akan menjadi sebuah karya yang bisa membuat kita bahagia atau justru membuat kita menderita.
Saya selalu berpikir setiap hari kenapa banyak hal yang tidak baik terjadi terus-menerus dalam kehidupan seseorang.
Membuat frustasi dan menghabiskan banyak energi pikiran,lihatlah bukankah di dunia ini jika kita mau jujur sebenarnya lebih banyak hal yang membuat kita frustasi daripada membuat kita bahagia?
Sekarang kita juga melihat banyak sekali jebakan dari musuh lama kita,musuh kita sejak zaman purbakala,dimana manusia pertama berhasil dia tipu dan jatuh dalam dosa.
Dia adalah bapa segala pendusta dan tidak ada kebenaran didalam dirinya.
Siapa dia?
Siapa lagi jika bukan iblis,sejak semula dia adalah sumber perpecahan dan pemberontakan.
Saat ini saya akan memberikan pengetahuan yang akan membebaskan kita dari jebakan paling kuat iblis.
Tahukan anda jika iblis paling banyak bermain dalam tipu muslihat?
Dia bermain dalam pikiran kita,dia bekerja di pikiran kita,dia tidak berada diluar,dia bukan hanya membisikkan,tetapi dia mengalir bersama setiap pemikiran anda.
Saya sangat menyayangkan para praktisi pencari iblis yang mencari eksistensi iblis diluar dari dirinya sendiri.
Bagi saya itu adalah kebodohan,bagaimana mungkin mereka mencari eksistensi iblis di tempat-tempat angker,padahal didalam dirinya sendiri tinggal ribuan iblis yang menyesatkan pikirannya dalam berbagai bentuk manifestasi.
Saya saat ini tidak ingin membahas hal tersebut,tetapi saya akan menjelaskan dua bentuk jebakan iblis yang paling kuat.
Yang pertama adalah Rasa takut.
Rasa takut dalam diri kita menjadi makanan nikmat bagi iblis,setiap kebiasaan buruk kita berasal dari rasa takut.
Jika manusia itu takut miskin,maka iblis akan menyuntikkan pikiran-pikiran perbuatan haram untuk melakukan banyak hal yang bertentangan dengan kebenaran termasuk didalamnya perbuatan menghalalkan segala cara untuk mendapat uang.
Jika seseorang takut tidak dicintai,maka iblis akan menyuntikkan pikiran-pikiran supaya orang tersebut melakukan perbuatan haram seperti pergi mencari teman kencan haram.
Jika seseorang takut penyakit,maka iblis akan membuat pikiran seseorang tersebut memikirkan rasa sakit karena penyakit yang ditakutinya,akibatnya dia gelisah dan akhirnya stres karena memikirkan penyakit yang tidak pernah dideritanya.
Akhirnya karena stres dia benar-benar sakit.
Maka saya sendiri berpikir semua rasa takut adalah kebodohan.
Semua ketakutan adalah pintu bagi iblis,saya bersaksi semua ini benar adanya,saya tidak ingin sesama saya menjadi korban dari rasa takutnya.
Apapun yang ingin anda kerjakan untuk kebenaran jika anda masih memiliki dasar ketakutan maka semua itu hanyalah kesia-siaan.
Mengapa harus membuang banyak waktu untuk itu?
Saat ini bebaskan diri anda dari rasa takut.
Bahkan Tuhanpun tidak untuk ditakuti tapi untuk dicintai.
Percayalah setelah rasa takut tidak berkuasa dalam diri anda maka semua yang benar,tulus,suci,indah akan lebih mudah anda raih.
Yang kedua adalah Keserakahan.
Lihat peradaban kita saat ini!
Semua ini tercipta lebih karena disebabkan keserakahan daripada keadilan.
Lihatlah kasta tercipta,hamba dan tuan,kaya dan miskin,rakyat dan raja.
Apakah anda pikir itu bukan tercipta karena keserakahan?
Jika memang itu bukan keserakahan?
Saya ingin bertanya,bolehkah seorang hamba mengambil makanan di meja tuannya tanpa izin?
Apakah hamba bebas melakukan seauatu sesuka hatinya?
Bagaimana jika seorang Tuan?
Bukankah dia bisa melakukan apapun tanpa perlu meminta pertimbangan seorang hamba?
Tahukah anda,dimana letak keserakahan tersebut?
Saya akan memberitahukan jawabannya,
Keinginan manusia untuk saling menguasai inilah letak keserakahan tersebut.
Bukankah saat ini anda mengerti bahwa peradaban diciptakan dalam bentuk derajat?
Dimulai dari keluarga,organisasi sampai negara.
Lihat dan celikkan mata anda,setiap hari manusia bekerja untuk saling menguasai,saling menonjolkan diri satu dengan yang lainnya,supaya mereka bisa dihormati,dihargai oleh sesamanya.
Ini jelas jebakan iblis yang sulit dihindari oleh setiap orang,dimana jarak kebenaran dan jebakan iblis ini sangat tipis.
Kenapa?
Karena sebenarnya didalam keserakahan iblis menyamarkan semua tipu muslihatnya seolah-olah tampak seperti kebenaran.
Ini adalah jebakan iblis yang sempurna.
Saya ingin bertanya,apakah saat ini dalam pikiran anda,ada keinginan untuk menjadi pemimpin,atau menginginkan jabatan,atau mungkin ingin sedikit dihormati orang lain karena kemampuan yang anda miliki?
Saya tegaskan sekali lagi,itu adalah kebodohan teman.
Saat ini mindset anda haruslah dirubah.
Janganlah sekali-kali dalam hatimu ingin berkuasa sidikitpun atas sesamamu,meskipun saat ini mungkin anda pemimpin dalam sebuah organisasi ataupun hanya sebagai orang yang ditokohkan dalam masyarakat.
Karena iblislah yang sebenarnya menanamkan keinginan kepada kita untuk merasa lebih diatas sesama kita.
Itulah yang membuat banyak orang menghalalkan segala cara untuk memiliki kedudukan dalam sebuah masyarakat.
Saatnya bagi kita berpikir bahwa kita diciptakan sederajat,meskipun secara kasat mata kita adalah pemimpin,tetapi biarlah dalam hati anda tetap berpikir bahwa kita semua sama.
Manusia tidak diciptakan dengan kasta maupun perbedaan derajat.
Kita adalah sama,kita adalah satu,dan jika ini disadari pemimpin-pemimpin bangsa,maka sebagaimana ada tertulis dalam kitab suci bahwa domba dan singa akan berkumpul bersama dan memakan rumput.
Apakah itu mungkin?
Tentu saja,apakah yang mustahil bagi Tuhan?
Saya selalu berpikir setiap hari kenapa banyak hal yang tidak baik terjadi terus-menerus dalam kehidupan seseorang.
Membuat frustasi dan menghabiskan banyak energi pikiran,lihatlah bukankah di dunia ini jika kita mau jujur sebenarnya lebih banyak hal yang membuat kita frustasi daripada membuat kita bahagia?
Sekarang kita juga melihat banyak sekali jebakan dari musuh lama kita,musuh kita sejak zaman purbakala,dimana manusia pertama berhasil dia tipu dan jatuh dalam dosa.
Dia adalah bapa segala pendusta dan tidak ada kebenaran didalam dirinya.
Siapa dia?
Siapa lagi jika bukan iblis,sejak semula dia adalah sumber perpecahan dan pemberontakan.
Saat ini saya akan memberikan pengetahuan yang akan membebaskan kita dari jebakan paling kuat iblis.
Tahukan anda jika iblis paling banyak bermain dalam tipu muslihat?
Dia bermain dalam pikiran kita,dia bekerja di pikiran kita,dia tidak berada diluar,dia bukan hanya membisikkan,tetapi dia mengalir bersama setiap pemikiran anda.
Saya sangat menyayangkan para praktisi pencari iblis yang mencari eksistensi iblis diluar dari dirinya sendiri.
Bagi saya itu adalah kebodohan,bagaimana mungkin mereka mencari eksistensi iblis di tempat-tempat angker,padahal didalam dirinya sendiri tinggal ribuan iblis yang menyesatkan pikirannya dalam berbagai bentuk manifestasi.
Saya saat ini tidak ingin membahas hal tersebut,tetapi saya akan menjelaskan dua bentuk jebakan iblis yang paling kuat.
Yang pertama adalah Rasa takut.
Rasa takut dalam diri kita menjadi makanan nikmat bagi iblis,setiap kebiasaan buruk kita berasal dari rasa takut.
Jika manusia itu takut miskin,maka iblis akan menyuntikkan pikiran-pikiran perbuatan haram untuk melakukan banyak hal yang bertentangan dengan kebenaran termasuk didalamnya perbuatan menghalalkan segala cara untuk mendapat uang.
Jika seseorang takut tidak dicintai,maka iblis akan menyuntikkan pikiran-pikiran supaya orang tersebut melakukan perbuatan haram seperti pergi mencari teman kencan haram.
Jika seseorang takut penyakit,maka iblis akan membuat pikiran seseorang tersebut memikirkan rasa sakit karena penyakit yang ditakutinya,akibatnya dia gelisah dan akhirnya stres karena memikirkan penyakit yang tidak pernah dideritanya.
Akhirnya karena stres dia benar-benar sakit.
Maka saya sendiri berpikir semua rasa takut adalah kebodohan.
Semua ketakutan adalah pintu bagi iblis,saya bersaksi semua ini benar adanya,saya tidak ingin sesama saya menjadi korban dari rasa takutnya.
Apapun yang ingin anda kerjakan untuk kebenaran jika anda masih memiliki dasar ketakutan maka semua itu hanyalah kesia-siaan.
Mengapa harus membuang banyak waktu untuk itu?
Saat ini bebaskan diri anda dari rasa takut.
Bahkan Tuhanpun tidak untuk ditakuti tapi untuk dicintai.
Percayalah setelah rasa takut tidak berkuasa dalam diri anda maka semua yang benar,tulus,suci,indah akan lebih mudah anda raih.
Yang kedua adalah Keserakahan.
Lihat peradaban kita saat ini!
Semua ini tercipta lebih karena disebabkan keserakahan daripada keadilan.
Lihatlah kasta tercipta,hamba dan tuan,kaya dan miskin,rakyat dan raja.
Apakah anda pikir itu bukan tercipta karena keserakahan?
Jika memang itu bukan keserakahan?
Saya ingin bertanya,bolehkah seorang hamba mengambil makanan di meja tuannya tanpa izin?
Apakah hamba bebas melakukan seauatu sesuka hatinya?
Bagaimana jika seorang Tuan?
Bukankah dia bisa melakukan apapun tanpa perlu meminta pertimbangan seorang hamba?
Tahukah anda,dimana letak keserakahan tersebut?
Saya akan memberitahukan jawabannya,
Keinginan manusia untuk saling menguasai inilah letak keserakahan tersebut.
Bukankah saat ini anda mengerti bahwa peradaban diciptakan dalam bentuk derajat?
Dimulai dari keluarga,organisasi sampai negara.
Lihat dan celikkan mata anda,setiap hari manusia bekerja untuk saling menguasai,saling menonjolkan diri satu dengan yang lainnya,supaya mereka bisa dihormati,dihargai oleh sesamanya.
Ini jelas jebakan iblis yang sulit dihindari oleh setiap orang,dimana jarak kebenaran dan jebakan iblis ini sangat tipis.
Kenapa?
Karena sebenarnya didalam keserakahan iblis menyamarkan semua tipu muslihatnya seolah-olah tampak seperti kebenaran.
Ini adalah jebakan iblis yang sempurna.
Saya ingin bertanya,apakah saat ini dalam pikiran anda,ada keinginan untuk menjadi pemimpin,atau menginginkan jabatan,atau mungkin ingin sedikit dihormati orang lain karena kemampuan yang anda miliki?
Saya tegaskan sekali lagi,itu adalah kebodohan teman.
Saat ini mindset anda haruslah dirubah.
Janganlah sekali-kali dalam hatimu ingin berkuasa sidikitpun atas sesamamu,meskipun saat ini mungkin anda pemimpin dalam sebuah organisasi ataupun hanya sebagai orang yang ditokohkan dalam masyarakat.
Karena iblislah yang sebenarnya menanamkan keinginan kepada kita untuk merasa lebih diatas sesama kita.
Itulah yang membuat banyak orang menghalalkan segala cara untuk memiliki kedudukan dalam sebuah masyarakat.
Saatnya bagi kita berpikir bahwa kita diciptakan sederajat,meskipun secara kasat mata kita adalah pemimpin,tetapi biarlah dalam hati anda tetap berpikir bahwa kita semua sama.
Manusia tidak diciptakan dengan kasta maupun perbedaan derajat.
Kita adalah sama,kita adalah satu,dan jika ini disadari pemimpin-pemimpin bangsa,maka sebagaimana ada tertulis dalam kitab suci bahwa domba dan singa akan berkumpul bersama dan memakan rumput.
Apakah itu mungkin?
Tentu saja,apakah yang mustahil bagi Tuhan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar