Tujuan dan niat burukmu akan membawamu pada suatu keadaan dimana semua tulang dan organ tubuhmu akan diremukkan

Rasa sakit hati karena kecewa,dilecehkan,dihina,dipermainkan,direndahkan telah membuat jutaan orang memutuskan untuk mengambil tindakan berupa pembalasan,hati mereka begitu sakitnya sehingga dalam pikiran mereka hanyalah kehancuran bagi orang yang telah membuat mereka sakit hati.

Namun hikmat mengajarkan bahwa cara membalas kejahatan adalah dengan kebaikan,bahkan kita dituntut untuk mendoakan mereka yang telah menyakiti kita supaya disadarkan dan menjadi baik kehidupannya.
Tetapi beberapa orang sepertinya begitu besar sakit hatinya,sampai-sampai mereka lupa dengan kearifan yang telah diajarkan sepanjang sejarah.
Sebenarnya jika seseoarang telah menyakiti kita atau bersalah kepada kita,secara manusiawi memang kita akan marah dan berusaha untuk mempertahankan diri atau bahkan membalasnya,hanya saja itu tidak akan menyelesaikan masalah karena akan menjadi siklus balas-membalas tanpa batas.
Karena inilah kita harus mengambil jalan yang berbeda,yaitu dengan menjadi air bagi api.
Jika api bertemu dengan api tentu saja api itu akan semakin besar dan semakin sulit untuk dipadamkan,tetapi jika api bertemu dengan air maka api tersebut bisa dipadamkan,dengan catatan padamkan apinya ketika masih kecil,jangan menunggu apinya membesar.
Memang tidak mudah mengampuni orang yang bersalah kepada kita,ini membutuhkan kerendahan hati yang besar,jika seseorang berhasil melakukannya maka orang tersebut akan disebut berbahagia,karena menjadi orang-orang pembawa damai.

Sekarang pertanyaannya,
Bagaimana jika orang yang menyakiti kita,telah kita balas dengan kebaikan dan doa baik,tetapi justru tetap tidak berhenti menyakiti kita?
Jawabannya hanya ada satu yang akan terjadi bagi orang yang seperti ini,bahwa mereka yang telah menjadi suka dengan kejahatannya,menikmati perbuatan buruknya,kepadanya akan datang malapetaka secara tiba-tiba yang akan menghancurkan hidupnya sendiri.
Mereka yang seperti itu akan berhadapan langsung dengan Pencipta alam semesta dengan semua hukumnya.
Dan hukum yang akan menjadi hakim orang seperti ini adalah hukum tabur tuai.
Mereka yang menabur satu biji jagung akan mendapatkan kembali berlipat kali ganda setelah melewati jumlah waktu tertentu,begitu juga mereka yang menabur keburukan,akan menerima berlipat kali ganda keburukan setelah melewati jumlah waktu tertentu.
Beberapa orang berpikir bahwa dengan melakukan hal buruk kepada orang lain,mereka bisa dipuaskan karena berhasil memberi pelajaran kepada orang yang tidak mereka sukai,atau mereka melakukan tujuan jahat kepada orang lain hanya karena rasa iri hati karena orang lain mendapatkan sesuatu yang baik.
Kenapa pikiran bodoh seperti itu bisa ada di otak mereka?
Satu saja sebabnya karena ketidaktahuan akan hukum Tuhan dan hukum alam yang pasti.
Mereka tidak tahu bahwa kehidupan ini diatur oleh hukum yang pasti,yang apabila dilanggar akan memberi akibat yang pasti terjadi.
Saat ini saya akan memperkenalkan hukum baru yang harus saya sampaikan kepada anda semua,hukum ini mempunyai ketepatan yang pasti,yang kebenarannya mempunyai dasar yang kuat dan bisa dipertanggungjawabkan,hukum ini berbunyi,
"Tujuan dan niat burukmu akan membawamu pada suatu keadaan dimana semua tulang dan organ tubuhmu akan deremukkan".
Jika ini kebenarannya,maka anda harus memikirkan ulang semua tujuan dan rencana anda,apakah itu hal baik atau hal buruk?
Kemana semua rencana dan tujuan itu akan membawa anda?
Saya merasa,saat ini hati anda sedang tertuduh karena pesan tulisan saya ini,jika anda memang sebenarnya harus melakukan perubahan,lakukanlah!
Sebelum perubahan itu sendiri yang mengakhiri anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar