Orang sinis dan bodohlah yang beranggapan bahwa menjadi kaya itu buruk dan rakus,mereka akan berkata,saya bahagia hidup seperti ini,tidak perlu mengejar harta,mengalir saja seperti air,orang kaya itu harus pelit,orang kaya itu tamak,dan lain-lain.
Saya sungguh iba melihat orang-orang dengan pemikiran seperti ini,mereka berkata-kata dari kebodohan,alih-alih berpikir.
Coba saat ini kita lebih sedikit terbuka dengan kenyataan yang tidak bisa dihindari,bahwa uang bukanlah sesuatu yang jahat,uang bersifat netral,artinya uang bisa menjadi alat buruk atau baik tergantung dari orang yang menggunakannya.
Sedikit berbagi pengalaman,saya akan menjelaskan kepada anda kenapa kita harus kaya.
Saya sering kali bertemu dengan teman atau kerabat yang tidak bahagia hidupnya baik ketika masih lajang ataupun setelah pernikahannya,ketika lajang dia jarang memiliki uang yang cukup,dia selalu mengeluh,dan bercerita kesana-kemari kalau dia sedang kesulitan uang,berharap ada seseorang yang akan membantunya.
Tentu saja sebagai teman yang baik sebisa mungkin kita membantu,tetapi seperti pepatah lama anda tidak akan benar benar-benar memberi makan seseorang dengan memberinya ikan,kecuali dengan mengajarinya memancing ikannya sendiri.
Setelah dia menikah,saya masih bisa melihatnya tetap tidak bahagia,tetapi kali ini persoalannya lebih besar,bukan lagi kekurangan uang untuk mencukupi kebutuhan dirinya sendiri,lebih dari itu,dia kekurangan uang karena sekarang dia mempunyai beban keluarga baik istri maupun anaknya yang baru lahir.
Setelah kejadian ini saya bisa melihatnya dimana-mana,saya sering melihat keluarga bertengkar karena uang,saya sering melihat keluarga menderita karena kekurangan uang untuk biaya kesehatan mereka,saya sering melihat orang menangis karena tidak bisa membelikan susu anaknya.
Coba anda renungkan,apakah saat ini anda masih berpikir,menjadi kaya itu bukan kewajiban?
Anda wajib mengurus diri anda,keluarga anda,anak anda,orang tua anda,dan semuanya membutuhkan uang.
Ada kutipan bagus yang sering saya dengar dari pakar keuangan,"Hidup lebih penting daripada uang,tetapi uang penting untuk menopang hidup".
Saya rasa arti kata-kata tersebut akan lebih dipahami jika dituliskan,"uang sama pentingnya dengan hidup".
Ini bagaikan dua sisi mata uang itu sendiri,tidak bisa dipisahkan,kecuali anda mau kembali hidup di zaman batu,mengenakan pakaian dari kulit binatang dan berburu ayam hutan,masalahnya berburu ayam jika anda lakukan saat ini,akan mengantarkan anda ke jeruji besi,karena ayam itu milik tetangga anda.
Banyak alasan mengapa anda harus kaya,dan mengapa kaya itu sebuah kewajiban bagi mereka yang berpikir,jika anda belum juga tergerak hatinya,saya rasa anda perlu pergi ke rumah sakit sekedar melihat-lihat kenapa ada pasien yang ditangani dengan sangat baik sementara ada juga yang di nomor duakan,hanya satu alasannya,mereka yang mempunyai uang adalah raja.
Mungkin tampak tidak adil,memang demikianlah dunia,seperti yang sudah saya jelaskan,adil itu bukan sama rata.
Tidak ada yang akan membela anda kecuali diri anda sendiri,tidak perlu juga mengembangkan mentalitas peminta-minta,yang perlu dilakukan hanyalah sadar sejak dini dan persiapkan diri kita.
Ada kutipan bijak dari Guru saya yang sering saya tulis,"Siapa mempunyai kepadanya akan diberi,siapa tidak mempunyai darinya akan diambil bahkan apa yang dia anggap ada padanya juga akan diambil."
Kutipan tersebut berlaku untuk semua hal,tidak peduli apakah itu uang,kesehatan ataupun cinta,dan bijak adalah jika saat ini anda berpikir dan menjadi kaya.
Saya sungguh iba melihat orang-orang dengan pemikiran seperti ini,mereka berkata-kata dari kebodohan,alih-alih berpikir.
Coba saat ini kita lebih sedikit terbuka dengan kenyataan yang tidak bisa dihindari,bahwa uang bukanlah sesuatu yang jahat,uang bersifat netral,artinya uang bisa menjadi alat buruk atau baik tergantung dari orang yang menggunakannya.
Sedikit berbagi pengalaman,saya akan menjelaskan kepada anda kenapa kita harus kaya.
Saya sering kali bertemu dengan teman atau kerabat yang tidak bahagia hidupnya baik ketika masih lajang ataupun setelah pernikahannya,ketika lajang dia jarang memiliki uang yang cukup,dia selalu mengeluh,dan bercerita kesana-kemari kalau dia sedang kesulitan uang,berharap ada seseorang yang akan membantunya.
Tentu saja sebagai teman yang baik sebisa mungkin kita membantu,tetapi seperti pepatah lama anda tidak akan benar benar-benar memberi makan seseorang dengan memberinya ikan,kecuali dengan mengajarinya memancing ikannya sendiri.
Setelah dia menikah,saya masih bisa melihatnya tetap tidak bahagia,tetapi kali ini persoalannya lebih besar,bukan lagi kekurangan uang untuk mencukupi kebutuhan dirinya sendiri,lebih dari itu,dia kekurangan uang karena sekarang dia mempunyai beban keluarga baik istri maupun anaknya yang baru lahir.
Setelah kejadian ini saya bisa melihatnya dimana-mana,saya sering melihat keluarga bertengkar karena uang,saya sering melihat keluarga menderita karena kekurangan uang untuk biaya kesehatan mereka,saya sering melihat orang menangis karena tidak bisa membelikan susu anaknya.
Coba anda renungkan,apakah saat ini anda masih berpikir,menjadi kaya itu bukan kewajiban?
Anda wajib mengurus diri anda,keluarga anda,anak anda,orang tua anda,dan semuanya membutuhkan uang.
Ada kutipan bagus yang sering saya dengar dari pakar keuangan,"Hidup lebih penting daripada uang,tetapi uang penting untuk menopang hidup".
Saya rasa arti kata-kata tersebut akan lebih dipahami jika dituliskan,"uang sama pentingnya dengan hidup".
Ini bagaikan dua sisi mata uang itu sendiri,tidak bisa dipisahkan,kecuali anda mau kembali hidup di zaman batu,mengenakan pakaian dari kulit binatang dan berburu ayam hutan,masalahnya berburu ayam jika anda lakukan saat ini,akan mengantarkan anda ke jeruji besi,karena ayam itu milik tetangga anda.
Banyak alasan mengapa anda harus kaya,dan mengapa kaya itu sebuah kewajiban bagi mereka yang berpikir,jika anda belum juga tergerak hatinya,saya rasa anda perlu pergi ke rumah sakit sekedar melihat-lihat kenapa ada pasien yang ditangani dengan sangat baik sementara ada juga yang di nomor duakan,hanya satu alasannya,mereka yang mempunyai uang adalah raja.
Mungkin tampak tidak adil,memang demikianlah dunia,seperti yang sudah saya jelaskan,adil itu bukan sama rata.
Tidak ada yang akan membela anda kecuali diri anda sendiri,tidak perlu juga mengembangkan mentalitas peminta-minta,yang perlu dilakukan hanyalah sadar sejak dini dan persiapkan diri kita.
Ada kutipan bijak dari Guru saya yang sering saya tulis,"Siapa mempunyai kepadanya akan diberi,siapa tidak mempunyai darinya akan diambil bahkan apa yang dia anggap ada padanya juga akan diambil."
Kutipan tersebut berlaku untuk semua hal,tidak peduli apakah itu uang,kesehatan ataupun cinta,dan bijak adalah jika saat ini anda berpikir dan menjadi kaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar