Menginginkan lebih banyak tanpa menghargai prosesnya akan membuat tanganmu terbakar

Keinginan manusia bagaikan luasnya lautan,yang airnya tidak pernah habis meskipun mengalami pasang dan surut.
Setiap keinginan yang akan diwujudkan mempunyai prosesnya sendiri yang terkadang membutuhkan banyak waktu yang harus dilewati,
inilah yang menjadi penentu apakah keinginan itu layak terwujud atau harus gugur diperjalanan dan menyisakan luka.
Saya pernah mendengar bahwa waktu adalah teman bagi kebijaksanaan,teman bagi kesuksesan,teman bagi kemuliaan,tetapi waktu adalah musuh bagi keburukan,keserakahan,dan kegagalan.
Saya sendiri mencurahkan waktu untuk memikirkan ini,dan saya mendapatkan bahwa pernyataan yang saya dengar tersebut patut mendapat perhatian lebih,sampai akhirnya saya menyimpulkan bahwa semua itu berhubungan dengan kesabaran.
Berbicara mengenai kesabaran,berarti kita sedang membicarakan tentang karakter manusia,yang sering mempunyai kecenderungan menginginkan sesuatu yang serba instan tanpa mau menghargai prosesnya.
Inilah yang menyebabkan kenapa setiap keinginan berubah menjadi musibah,dan inilah alasan kenapa lebih banyak orang gagal daripada yang berhasil,hanya satu alasan karena mereka tidak memiliki kesabaran.
Sudah saatnya manusia menggunakan pikirannya untuk melihat,bukan hanya melihat dengan mata,karena pepatah mengatakan mata melihat keterbatasan tetapi pikiran melihat tanpa batas.
Orang-orang yang melihat hanya dengan mata umumnya memiliki keinginan yang berakhir dengan penyesalan,karena apa yang dilihat dan diinginkannya dengan sekejap berubah menjadi api yang membakar dirinya.
Kenapa semua itu bisa terjadi?
Karena yang dilihat mata menentukan apa yang dinginkan hati,dan keinginan yang tidak terkendali berbuah menjadi keserakahan yang mengabaikan sikap kehati-hatian.
Mereka tidak ingin lagi menunggu lebih lama,mereka ingin segera memperoleh hasil,akhirnya mereka tergelincir dan jatuh.
Saya melihat ini dimana-mana,tetapi saya tidak ingin menghakimi siapapun,karena anda saat ini yang membaca tulisan saya memiliki kecerdasan untuk menemukan contoh-contoh dari sikap ini,atau mungkin bisa anda sendiri contohnya.
Sekarang,saatnya bagi mereka yang peduli dengan nasib hidupnya di bumi ini untuk melihat lagi ke dalam diri,apakah masih ada yang perlu dibenahi?
Apakah sebagai manusia kita cukup memiliki kesabaran?
Jika kita mau rendah hati,tentu kita masih perlu terus belajar bersabar,karena setiap hal yang terjadi dibumi ini mempunyai proses yang harus dilalui dan semuanya membutuhkan waktu dan memerlukan kesabaran.
Mungkin anda mempunyai pilihan lain mengenai hal ini,tidak masalah,karena setiap keputusan anda adalah tanggung jawab anda.
Orang lain mungkin hanya akan melihat anda,dan saya harap anda tidak mengandalkan orang lain,kecuali jika anda siap kecewa.
Sedikit mengingatkan,waspadalah terhadap keinginan,terkadang keinginan menjadikan anda bahagia,tetapi sering kali tidak,kecuali anda mempunyai kesabaran.
Bershukurlah dengan apa yang anda miliki saat ini,jika anda menginginkan lebih,selau ingat peraturan ini,mereka yang menginginkan lebih banyak tanpa menghargai prosesnya akan membuat tangannya terbakar.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar