Antara pikiran dengan dimensi keempat

Pikiran adalah benih itu yang pernah saya dengar dari guru saya,lalu imajinasi saya mulai melambung dan membayangkan seorang petani yang sedang menabur benih tanaman di ladang,
saya begitu takjub melihat iman dan keyakinan para petani ini,saya bisa melihat bagaimana para petani menghabiskan banyak sumber daya waktu dan uang,mulai dari membeli benih,proses penanaman sampai perawatannya sebelum mereka akhirnya bisa menuai,ada beberapa hal yang sangat penting yang patut dijadikan pelajaran dari kisah ini,pertama mengenai iman dan keyakinan petani tersebut,dia percaya bahwa jika dia menabur benih pasti akan menuai.
Meskipun rasa takut akan gagal panen itu ada,tetapi keyakinan akan berhasil lebih kuat,sehingga dia tetap bertindak,dengan catatan petani tetap melakukan yang terbaik untuk usahanya,memilih tanah yang tepat dan juga melakukan perawatan yang maksimal semakin memperkuat keyakinannya.
Kedua petani tersebut mempunyai kesabaran yang masuk akal,artinya sebelum dia menabur benih dia sudah mempelajari berapa lama dia bisa panen jika usahanya tersebut berhasil,jadi petanipun mempunyai pikiran logis,hal yang sama yang dibutuhkan setiap orang untuk sukses di bidang apapun.
Inilah yang saya sebut dimensi keempat,yaitu waktu.
Petani sangat menghargai proses,petani mengerti bahwa segala sesuatu tidak ada yang instant,teman saya pernah berkata,"memasak mie instant saja memiliki proses,padahal namanya sudah pakai kata instant",pelanggaran proses berarti hasil yang tidak maksimal.
Pikiran manusia sama seperti benih yang ditanam petani,entah itu pikiran positif atau pikiran negatif,untuk bisa bermanifestasi menjadi materi fisik dibutuhkan dimensi keempat atau waktu yang harus dihargai,lamanya proses inilah yang membuat manusia yang memiliki pikiran sebagai benih tersebut tidak mampu bersabar,akhirnya mengambil jalan pintas untuk mempercepat hasil,sampai akhirnya hasil yang diharapkan tidak maksimal atau justru berbuah menjadi kegagalan.
Sangat disayangkan jika benih itu adalah pikiran positif dan harus berakhir dengan kegagalan hanya karena tidak menghargai dimensi keempat.
Ingatlah selalu pikiran adalah benih,dan berhati-hatilah dengan pikiran kita,karena pikiran adalah sumber dari segala bentuk penciptaan manusia di bumi ini,jika anda melihat pesawat,mobil,kapal,gedung pencakar langit dan semua kemajuan peradaban manusia sepanjang sejarah,itu adalah buah dari pikiran,termasuk nuklir sebagai alat penghancur di dalam peperangan.
Baik pikiran positif atau negatif semua akan termanifestasi menjadi sesuatu,tetapi yang perlu di ingat adalah semua itu membutuhkan tempat yang tepat dan dimensi keempat atau waktu,tanpanya semua hanyalah mimpi tidur yang segera terlupakan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar