Philosophy kebebasan

Kebebasan adalah salah satu dari nilai-nilai yang di kejar manusia.
Kebebasan telah menjadi tagline yang begitu terkenal yang telah menyumbang perubahan tindakan bagi setiap orang yang menginginkannya,lihat saja semua orang sedang berlomba-lomba untuk satu tujuan yang mereka sebut kebebasan.

Sementara saya berpikir dan merenung setiap hari,mencoba memahami setiap alasan dibalik tindakan seseorang,saya menemukan bahwa kata kebebasan itu sebenarnya bersifat ilusi,tidak nyata dan palsu.
Bahkan karenanya banyak orang yang tersesat karena salah mengartikan tentang kebebasan,mereka adalah orang-orang yang ingin bertindak sesuka hati tanpa adanya batas-batas dan aturan yang menghalangi mereka.
Kebebasan seperti itu saya sebut kegilaan pikiran dalam ilusi imaginasi.
Coba pikirkan ini,semesta alam tempat kita hidup ini mempunyai hukum dan aturannya sendiri,jika hukum dan aturan itu dilanggar apa yang terjadi?
Jika anda mencoba mengabaikan hukum gravitasi dan melompat dari atas gedung pencakar langit ke bawah apa yang terjadi?
Jika anda memegang kabel listrik yang terkelupas apa yang terjadi?
Semua itu adalah contoh hukum alam yang apabila dilanggar akan berakibat buruk,sementara itu banyak sekali orang sedang mengejar kebebasan palsu dalam hidupnya di bumi yang singkat ini,bukankah itu kebodohan.
Sekali lagi,menurut hikmat saya kebebasan sebenarnya adalah ilusi.
Tidak ada kebebasan sama sekali dalam hidup ini,dan sejak semula kata kebebasan sendiri diciptakan untuk menggambarkan ekspresi pikiran dan tindakan yang tidak ingin dibatasi,sementara hal seperti itu sama sekali tidak ada di bumi ini,segala sesuatu terikat oleh aturan.
Apakah saat ini anda masih ragu jika kebebasan itu hanyalah ilusi dan kepalsuan?
Lihat saja seorang tawanan perang yang dipenjara musuhnya,apa yang dinginkannya?
Bukankah kebebasan juga?
Benar sekali,kebebasan telah menjadi pikiran tawanan itu setiap hari,tetapi setelah dibebaskan apakah dia benar-benar mengalami kebebasan yang sesungguhnya?
Tentu saja jawabannya tidak,setelah dilepaskan dari tawanan dia akan kembali kepada keluarganya,kemudian mulai mengurus dirinya sendiri,jika sudah berkeluarga maka dia harus kembali menafkahi keluarganya,lihatlah sekarang,sederet aturan kembali menjadi miliknya,sementara saat menjadi tawanan dia juga ada dalam aturan,jika demikian apakah kebebasan itu dia alami?
Hanya mereka yang bodoh yang berkata iya.
Kebenarannya,setiap orang hidup dari satu aturan ke aturan lainnya,saat seseorang melepaskan aturan lamanya dia akan memperoleh aturan baru,dan semua itu berkesinambungan tanpa batas.
Jadi jika saat ini anda mendengar seseorang sedang mengejar kebebasan atau menjanjikan kebebasan,orang tersebut adalah korban dari kegilaan pikiran dalam ilusi imaginasinya,semua itu kepalsuan yang seolah-olah nyata,tetapi sebenarnya tidak ada.
Jika demikian kenapa kata kebebasan itu diciptakan?
Jika memang kebebasan itu sebenarnya tidak ada?
Karena kata kebebasan sebenarnya hanya diciptakan bagi mereka yang mengalami tekanan berat dalam hidupnya.
Sementara mereka yang berpikir menganggap kebebasan sebagai hak untuk melepas aturan lama dan memegang aturan baru,tetapi jika anda mengartikan kebebasan itu adalah bebas dari aturan maka anda adalah orang bodoh yang menjadi gila karena mengejar hal yang tidak pernah ada.
Setiap hari saya mendengar banyak orang sedang mengejar kebebasan,mereka ingin bebas dari hutang,bebas dari masalah,bebas dari pekerjaan,bebas dari penyakit,bebas dari kemiskinan,tetapi semua tujuan ini telah berhasil menipu jutaan orang di dunia,lihat saja sampai saat ini sebenarnya tidak ada seseorang yang mencapai semua itu,jika ada yang berkata saya tahu seseorang telah mencapainya,saya rasa orang tersebut sebentar lagi akan kecewa setelah memahami bahwa itu palsu dan tidak ada.
Orang terkaya saat ini masih juga belum bebas dalam keuangannya,mereka masih terus berpikir bagaimana meningkatkannya atau mengamankannya,mungkin juga menyumbangkannya,padahal bisa saja tujuan semulanya hanya ingin bebas hutang dan bebas keuangan supaya bisa melakukan banyak hal tanpa kekurangan,tetapi sekarang lihatlah,mereka belum juga bebas,mereka justru semakin tidak bebas.
Mereka tadinya berpikir dengan bebas hutang dan mempunyai banyak uang,mereka tidak perlu bekerja lagi mencari uang,tetapi setelah mereka kaya,justru mereka mendapati dirinya semakin terikat banyak aturan yang membebani.
Mereka harus melindungi kekayaannya dan sering kali justru setelah kaya mereka begitu takut jatuh miskin lagi,akhirnya saat malam hari mereka susah tidur karena takut pencuri dan perampok datang merampas semua hartanya.
Jika mereka orang baik,biasanya setelah kaya mereka sering kali merasa bersalah karena melihat disekeliling mereka banyak yang lebih susah dari mereka,mereka iba dan mulai mencari cara untuk membantu,mereka mempunyai kesibukan baru,dengan begitu mereka mempunyai aturan baru setelah kaya,tapi tidak benar-benar bebas,meskipun untuk yang satu ini adalah tindakan yang baik dan benar,ini hanyalah beberapa contoh kecil,
Dan mungkin anda pernah berpikir untuk bebas dalam pekerjaan,tidak mau bekerja pada orang lain dan menginginkan orang lain yang bekerja untuk anda,tetapi kebenarannya setelah anda berhasil membuat sistem untuk membuat orang lain bekerja untuk anda,apakah anda benar-benar bebas dalam pekerjaan?
Jawabannya tentu saja tidak.
Anda masih terus bekerja,anda harus menjaga sistem anda tetap berjalan dengan baik,bahkan sering kali anda diterpa rasa khawatir karena takut ditipu mitra maupun karyawan anda sendiri,nyatanya pekerjaan anda sekarang menjadi lebih banyak.
Sekali lagi bebas pekerjaan itu suatu kepalsuan.

Sepertinya anda harus merubah cara berpikir mengenai kebebasan yang sesungguhnya,kebebasan yang bukan kepalsuan tetapi kebebasan yang sejati.
Karena meskipun kebebasan adalah ilusi dan tidak ada tetapi kita bisa memberikan arti baru mengenai kata kebebasan.
Dan jika saya harus memberi arti baru bagi kata kebebasan maka saya akan mengartikan kebebasan sebagai suatu hak untuk melepas aturan lama dan menetapkan aturan baru.
Anda bebas memilih aturan anda,tetapi anda terikat aturan baru pilihan anda sendiri,itulah kebebasan.
Jika anda bisa mematuhi aturan anda maka anda akan benar-benar bebas,bebas dari rasa bersalah karena melanggar aturan.
Tetapi jika anda ingin bebas tanpa aturan,ingin bebas dari pekerjaan karena bosan bekerja,bebas dari keuangan karena ingin memperoleh uang dengan mudah dan bisa bersenang-senang sesuka hati,maka anda akan mendapati bahwa kebebasan seperti itu akan berubah menjadi belenggu yang justru akan mengikat anda pada keputusasaan yang berkesinambungan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar