Philosophy menjadi seseorang yang dikagumi dihadapan sesama dan Tuhan

Setiap tindakan yang diambil seseorang mempunyai alasan yang dianggap penting didalamnya,alasan itulah yang memotivasi seseorang bertindak dengan cara-cara mereka yang terkadang unik.
Ada dua hal yang menjadi alasan yang cukup kuat manusia bertindak,pertama manusia bertindak untuk mendapatkan simpati dari sesamanya,kedua manusia bertindak untuk mendapatkan simpati dari Tuhan berdasarkan keyakinannya.

Inilah yang akan menjadi pengetahuan baru yang mencerahkan bagi anda,dimana beberapa seni kehidupan akan anda dapatkan dari tulisan saya ini.
Ada beberapa orang yang berpendapat,sebagai manusia jika kita melakukan sesuatu,jangan berharap apa-apa atau menginginkan balasan.
Bagaimana pendapat anda mengenai hal ini?
Orang yang berbeda akan melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
Jika anda mengerti hukum pasti dari segala sesuatu yang murni dan alami,pendapat itu tidak sepenuhnya benar.
Ada pesan bijak dari kitab suci,bahwa manusia akan mendapatkan hidup berkualitas dengan tiga hal,yaitu iman,kasih dan pengharapan.
Jika pengharapan itu tertulis,tidakkah keliru mereka yang bertindak tanpa mengharapkan apapun,atau bertindak dalam kekosongan?
Jelas itu bodoh.
Saat ini yang setuju,silahkan lanjutkan membaca,bagi anda yang tidak setuju,mungkin anda perlu sedikit merenungkan kata-kata saya sebelum melanjutkan membaca.
Ketika seseoarang bertindak atau melakukan suatu hal,itu akan menjadi sebab dari akibat yang akan terjadi.
Baik itu akibat yang baik atau yang buruk,baik itu menjadi kekaguman atau cemoohan.
Dan yang akan saya jelaskan adalah bagaimana agar kita sebagai manusia ketika bertindak berakibat kebaikan yang akhirnya menjadi kekaguman bagi sesama,seperti pesan kitab suci,biarlah kebaikanmu terlihat oleh semua orang,sehingga mereka yang melihatnya memuliakan Tuhan,oleh karena kebaikanmu.
Inilah kemurnian,bukan kemunafikan,yang sering menjadi kebanggaan orang-orang yang merasa suci dengan menyembunyikan kebaikan dihadapan umum,tetapi dalam hatinya sebenarnya dia ingin kebaikannya terlihat dan mendapat pujian,ini benar-benar munafik.
Lebih baik dari awal kebaikan kita terlihat oleh semua orang dengan mengatas namakan Tuhan,daripada seolah-olah rendah hati dengan menyembunyikan kebaikan,tetapi hatinya menyimpan kemunafikan.
Ada tiga hal supaya manusia menjadi pribadi yang dikagumi,pertama adalah kepribadian.
Dengannya manusia akan dinilai orang lain dan juga Tuhannya,apakah dia orang benar atau sebaliknya.
Bukan rahasia lagi bahwa kepribadian adalah titik sentral bagi kehidupan,dimana semua kebajikan dan kehancuran dimulai dari kepribadian seseorang.
Jika seseorang mempunyai kualitas kepribadian yang baik,dipastikan dia akan mendapat kemuliaan,baik dihadapan manusia maupun Tuhannya.
Kedua adalah penampilan.
Penampilan menjadi faktor kedua untuk menciptakan kekaguman bagi seseorang.
Penampilan menciptakan kesan pertama,dimana secara alami manusia akan menilai sesamanya dari penampilan.
Bahkan Tuhan sendiri menginginkan orang yang percaya untuk melakukan,memberikan dan mengenakan yang terbaik,termasuk penampilan itu sendiri,Tuhan hanya menginginkan yang terbaik.
Penampilan disini bukan berarti yang berharga mahal,dengan hiasan emas dan pakaian mahal,tetapi yang terbaik,yang sesuai dengan kemampuan,dan menghindari kemunafikan,seperti ingin terlihat kaya dihadapan orang lain padahal hidupnya masih susah.
Jika seseorang bisa menerapkan penampilan yang terbaik,maka dia akan dikagumi karena kebijaksanaannya yang telah melakukan segala sesuatu dengan sewajarnya tanpa kepura-puraan,seperti ingin terlihat miskin atau ingin terlihat kaya,karena keduanya adalah kemunafikan.
Berpura-pura miskin menghina Tuhan,berpura-pura kaya berarti kecongkakan yang mendatangkan murka Tuhan.
Berlakulah sewajarnya sesuai dengan yang dipercayakan Tuhan kepadamu.

Ketiga adalah status sosial.
Manusia dalam bermasyarakat akan mempunyai status yang diakui oleh lingkungannya,bisa saja status itu baik,bisa juga buruk.
Penting sekali seseorang berusaha mendapatkan status sosial yang baik,seperti dikenal sebagai tokoh masyarakat yang bijak,orang kaya yang dermawan,pengacara yang jujur,artis yang rendah hati dan lainnya.
Hanya saja status sosial sangat dipengaruhi oleh kepribadian,jika kepribadian seseoarang baik maka status sosial juga baik,begitu juga sebaliknya.
Dengan status sosial yang melekat padanyalah,seseorang bisa meningkatkan atau menurunkan simpati dan kekaguman orang-orang disekitarnya.
Kesimpulannya,ketiga hal yang saya tuliskan adalah kekuatan untuk kesuksesan anda dalam bersosial dan berelasi,bahkan akan meningkatkan spiritual anda.
Karena dengan menjadi pribadi yang dikagumi,anda akan menjadi saksi bagi kebenaran yang sudah diajarkan sejak zaman para nabi,dimana Tuhan menjanjikan hidup yang mulia bagi mereka yang mencintai hukum-hukumNya,bukan hanya mulia dihadapan manusia tetapi juga mulia dihadapan Tuhan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar