Menyelesaikan pekerjaan adalah tugas manusia di bumi,jika seseorang mulai membenci mengerjakan segala sesuatu yang menjadi bagiannya,berarti dia telah keluar dari tugas dan tanggung jawabnya sebagai manusia.
Kitab suci menuliskan bahwa tugas manusia dari Tuhan setelah penciptaan adalah untuk berkuasa atas segala ciptaannya,mengusahakan dan memeliharanya.
Itulah pekerjaan utama dan terutama terhadap semua yang ada di bumi.
Hanya saja kemajuan peradaban telah membuat manusia menyimpang dari tugas yang semula,memang mereka menguasai dan mengusahakan,tetapi mereka lupa memeliharanya.
Mengenai hal ini,banyak diantara kita telah menjadi bagian dari perusak,dimana kita mengerjakan hal-hal yang kurang penting bahkan tidak penting.
Menjadi pekerja atas sesuatu yang mengabaikan pemeliharaan.
Aku pernah bercakap-cakap dengan teman sesama pekerja,aku bertanya pada temanku,
"Jika kamu menginginkan suatu pekerjaan,apakah pekerjaan yang kita lakukan ini adalah jawabanmu?"
Dengan pertanyaan kurang lebih seperti itu,dia menjawab dengan pasti,"tidak."
Hal inilah alasan saya menulis tentang pekerjaan,tetapi yang saya maksud adalah pekerjaan yang sesuai dengan tugas kita sebagai manusia,dengannya pikiran kita akan mulai berimajinasi,pekerjaan apakah yang sebenarnya layak untuk kita?
Setiap orang dilahirkan dengan keinginan hati nurani,mereka tidak bisa menyangkal keinginannya,ketika keinginan hati nurani tidak terpenuhi maka mereka akan gelisah.
Pertanyaannya,apakah kita sebagai manusia ketika sedang mengerjakan sesuatu,kita pernah merasa gelisah?
Jika jawabannya ya,maka itu adalah sebuah alarm bahwa pekerjaan yang kita lakukan tidak tepat atau bertentangan dengan hati nurani.
Jika itu yang terjadi,apa yang harus dilakukan?
Pertama,sadari bahwa anda melakukan pekerjaan yang salah.
Kedua,tetaplah shukuri pekerjaan anda sekarang,dan bersiaplah untuk meninggalkannya dengan hati damai.
Ketiga,buatlah sebuah rencana menuju pekerjaan yang sesuai keinginan hati nurani anda,meskipun untuk mempersiapkannya anda harus bertahan sementara waktu,di pekerjaan yang ingin anda lepaskan.
Jika anda sudah mendapat pekerjaan sesuai keinginan hati nurani dan sudah memulainya,anda harus bertanggung jawab atasnya.
Meskipun untuk sementara mungkin imbalan pekerjaan baru anda lebih kecil dari imbalan pekerjaan yang sudah anda tinggalkan.
Tetapi satu hal yang perlu anda ketahui,bahwa sekarang anda menikmatinya,waktu tidak lagi anda rasakan,pekerjaan seperti sebuah kesenangan dan perlahan anda akan melihat hasil kerja anda menjadikan anda mulia, karena anda memulainya dengan ketulusan hati nurani yang tidak melupakan tugas anda sebagai manusia,yang tidak hanya menguasai dan mengusahakan ciptaan dibumi,tetapi juga memeliharanya.
Oleh sebab itu selesaikanlah pekerjaan besar yang sudah anda mulai.
Kitab suci menuliskan bahwa tugas manusia dari Tuhan setelah penciptaan adalah untuk berkuasa atas segala ciptaannya,mengusahakan dan memeliharanya.
Itulah pekerjaan utama dan terutama terhadap semua yang ada di bumi.
Hanya saja kemajuan peradaban telah membuat manusia menyimpang dari tugas yang semula,memang mereka menguasai dan mengusahakan,tetapi mereka lupa memeliharanya.
Mengenai hal ini,banyak diantara kita telah menjadi bagian dari perusak,dimana kita mengerjakan hal-hal yang kurang penting bahkan tidak penting.
Menjadi pekerja atas sesuatu yang mengabaikan pemeliharaan.
Aku pernah bercakap-cakap dengan teman sesama pekerja,aku bertanya pada temanku,
"Jika kamu menginginkan suatu pekerjaan,apakah pekerjaan yang kita lakukan ini adalah jawabanmu?"
Dengan pertanyaan kurang lebih seperti itu,dia menjawab dengan pasti,"tidak."
Hal inilah alasan saya menulis tentang pekerjaan,tetapi yang saya maksud adalah pekerjaan yang sesuai dengan tugas kita sebagai manusia,dengannya pikiran kita akan mulai berimajinasi,pekerjaan apakah yang sebenarnya layak untuk kita?
Setiap orang dilahirkan dengan keinginan hati nurani,mereka tidak bisa menyangkal keinginannya,ketika keinginan hati nurani tidak terpenuhi maka mereka akan gelisah.
Pertanyaannya,apakah kita sebagai manusia ketika sedang mengerjakan sesuatu,kita pernah merasa gelisah?
Jika jawabannya ya,maka itu adalah sebuah alarm bahwa pekerjaan yang kita lakukan tidak tepat atau bertentangan dengan hati nurani.
Jika itu yang terjadi,apa yang harus dilakukan?
Pertama,sadari bahwa anda melakukan pekerjaan yang salah.
Kedua,tetaplah shukuri pekerjaan anda sekarang,dan bersiaplah untuk meninggalkannya dengan hati damai.
Ketiga,buatlah sebuah rencana menuju pekerjaan yang sesuai keinginan hati nurani anda,meskipun untuk mempersiapkannya anda harus bertahan sementara waktu,di pekerjaan yang ingin anda lepaskan.
Jika anda sudah mendapat pekerjaan sesuai keinginan hati nurani dan sudah memulainya,anda harus bertanggung jawab atasnya.
Meskipun untuk sementara mungkin imbalan pekerjaan baru anda lebih kecil dari imbalan pekerjaan yang sudah anda tinggalkan.
Tetapi satu hal yang perlu anda ketahui,bahwa sekarang anda menikmatinya,waktu tidak lagi anda rasakan,pekerjaan seperti sebuah kesenangan dan perlahan anda akan melihat hasil kerja anda menjadikan anda mulia, karena anda memulainya dengan ketulusan hati nurani yang tidak melupakan tugas anda sebagai manusia,yang tidak hanya menguasai dan mengusahakan ciptaan dibumi,tetapi juga memeliharanya.
Oleh sebab itu selesaikanlah pekerjaan besar yang sudah anda mulai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar