Pola pikir adalah dasar segala pencapaian

Sepanjang perjalanan saya mempelajari potensi pencapaian manusia,saya mendapatkan kesimpulan bahwa pola pikir menentukan keberhasilan dan kegagalan saya dalam meraih tujuan hidup saya.

Bagi saya pola pikir adalah sesuatu yang menggairahkan untuk dipelajari,karena hasil adalah akibat dari pola pikir,dan jika saya ingin mengubah sesuatu dalam hidup saya,pertama-tama yang harus saya lakukan adalah mengubah pola pikir saya.
Saya dapat memberi kesaksian bagaimana pola pikir menjadi dasar pencapaian tujuan dalam hidup saya,beberapa tahun yang lalu,saya mempunyai kebiasaan buruk yang ingin saya hentikan,saya ingin menghilangkan kebiasaan merokok saya, berbagai cara telah saya lakukan,tetapi kebiasaan tersebut belum juga bisa saya hilangkan.
Pernah saya berhasil berhenti cukup lama,sekitar 6 bulan,tetapi tiba-tiba suatu hari rasa ingin merokok kembali muncul,dan karena begitu kuatnya rasa ingin merokok tersebut,akhirnya dengan agak ragu saya membeli sebatang rokok di toko.
Hanya saja,setelah saya menyalakan rokok dan menghisapnya,saya merasa antara menikmati dan tidak menikmati,di satu sisi saya puas bisa melampiaskan keinginan,di sisi lain saya merasa bersalah karena terjerumus kembali pada kebiasaan buruk yang sudah saya tinggalkan.
Dari sini saya mulai berpikir apa yang salah,sehingga begitu mudahnya kebiasaan buruk tersebut kembali lagi.
Saya mulai mencari sumber masalah tersebut,sampai akhirnya saya menemukan bahwa sebab saya kembali pada kebiasaan buruk tersebut dikarenakan saya tidak mempunyai alasan yang kuat kenapa saya harus berhenti.
Saya kembali melihat semuanya dari sudut pandang yang berbeda,saya mulai mencari alasan yang kuat kenapa saya harus berhenti,saya menghubungkannya dengan kepedihan yang luar biasa jika saya tidak menghentikan kebiasaan merokok saya,seperti jika saya tidak berhenti dan terus merokok, saya berisiko terkena penyakit mematikan seperti jantung,kanker,stroke dan lainnya,bagaimana jika suatu saat dengan tiba-tiba penyakit-penyakit tersebut menghampiri saya?
Saya pasti tidak bisa menikmati hidup saya seutuhnya.
Saya juga bertanya kepada diri saya sendiri,bagaimana jika saya gagal mengejar impinan saya karena dalam prosesnya saya terserang penyakit akibat merokok?
Jadi kepedihan-kepedihan yang luar biasa tersebut saya hubungkan dengan kebiasaan buruk yang ingin saya hilangkan.
Puncaknya saya benar-benar takut jika kepedihan-kepedihan itu terjadi dalam hidup saya,dan setelah itu ketika saya melihat rokok,maka yang tergambar dalam benak saya adalah kepedihan-kepedihan yang tidak saya inginkan,bahkan ketika saya melihat rokok,saya benar-benar bisa merasa sangat malu karena dulu saya sering menghisap bau tidak sedap dari tembakau tersebut,dan bodohnya kenapa dahulu rasa penasaran membuat saya belajar merokok,sementara saya tahu dari awal bahwa rokok adalah racun bagi tubuh.
Jadi pola pikir baru saya benar-benar telah berhasil membebaskan saya dari kebiasaan buruk merokok.
Lebih dari itu,selain mengembangkan alasan yang kuat kenapa saya harus menghentikan kebiasaan buruk dan menghubungkannya dengan kepedihan yang luar biasa,saya juga mengembangkan pemikiran jika saya telah berhasil menghentikan kebiasaan buruk tersebut,apa keuntungannya bagi saya?
Saya mulai menemukan satu per satu keuntungan yang bisa saya dapatkan jika saya berhasil berhenti,seperti saya merasa lebih sehat,bisa menjalani hari-hari saya tanpa rasa takut terserang penyakit akibat merokok,dan yang pasti saya berpeluang menikmati hidup lebih berkualitas dibandingakan mereka yang masih terikat kebiasaan buruk tersebut.
Di sisi spiritual saya bisa melihat bahwa tubuh kita adalah bait Allah,dan hanya orang bodoh,yang secara sadar atau tidak sadar merusak tubuhnya untuk kesenangan sesaat yang sia-sia.
Saya juga mengembangkan pemikiran,jika saya suatu saat ingin mengulangi kebiasaan buruk tersebut saya akan mengingat satu hal,dengan mengulanginya maka saya akan menjadi seperti babi yang kembali ke kubangannya dan sama seperti anjing yang kembali ke muntahannya.
Ternyata pola pikir baru yang saya kembangkan tersebut berhasil memutus ikatan dan kebiasaan buruk saya tersebut,dan sejak saat itu sampai saat ini saya benar-benar sudah bebas.
Dan satu hal yang paling penting di sini,pola pikir yang saya kembangkan bukan saja berhasil untuk menghentikan kebiasaan buruk seperti merokok,tetapi hampir semua kebiasaan buruk yang ingin saya hentikan atau saya rubah,kuncinya hanya menghubungkan kepedihan yang luar biasa dengan kebiasaan yang ingin dirubah,dan menghubungkan kesenangan luar biasa jika saya berhasil berubah.
Semua ini adalah kesaksian pribadi yang murni telah saya jalani.
Saya membagikan dengan niat yang tulus,bahwa saya ingin menjadi bagian dari solusi bagi mereka yang telah putus asa mencari cara melepaskan diri dari kebiasaan buruk mereka.
Dan sekarang bagi anda yang membaca tulisan saya,jika anda mempunyai kebiasaan buruk yang ingin dirubah,apakah anda ingin bebas dari kebiasaan buruk merokok,obat-obatan,alkohol,pornografi atau apapun itu,rumusnya tetap sama,karena kepedihan dan kesenangan adalah roda yang menggerakkan kehidupan,termasuk kebiasaan anda.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar