Sudah waktunya hal ini saya tuliskan setelah sekian lama saya merenungkannya untuk memperoleh sudut pandang yang saya rasa patut sebagai bahan pertimbangan dalam menyikapi hidup ini.
Yang kedua:
Yang ketiga:
Saya bukanlah orang yang serba tahu atau orang yang egois supaya setiap sudut pandang saya harus anda terima,tetapi saya hanya ingin tulus berbagi pengetahuan yang telah saya dapatkan dalam proses belajar yang telah saya tempuh.
Jadi untuk selanjutnya setelah anda membaca tulisan saya,saya memberikan hak bebas untuk anda untuk menerima atau menolaknya,karena itu adalah hak pribadi anda.
Baiklah sekarang kita mulai memasuki sudut pandang saya mengenai filsafat kematian,
pada dasarnya saya membagi menjadi tiga sebab seseorang mengalami kematian,
yang pertama:
Kematian karena keinginan diri sendiri
yang saya maksud adalah orang yang menginginkan dirinya mati karena beberapa sebab yang membuat mereka tidak mau menikmati hidup di dunia,saya menyebutnya orang-orang yang melakukan bunuh diri,biasanya mereka adalah orang-orang yang mengalami tekanan atau masalah berat dalam kehidupan,tetapi menyerah untuk mengatasinya dan mereka lebih memilih untuk mengakhiri hidup karena menganggap kematian adalah jalan keluar satu-satunya,kesimpulannya mereka bisa disebut orang-orang yang memiliki realitas dan keyakinan yang salah dalam menyikapi kehidupan.
Yang kedua:
Kematian karena tidak menyelesaikan panggilan hidup.
Sudah seharusnya sebagai manusia kita mengetahui dasar kenapa kita dilahirkan dan hidup didunia,dan apa yang menjadi tugas dan panggilan hidup kita.
Tetapi lebih banyak orang merasa tidak peduli mengenai hal ini,mereka lebih menyukai mengikuti pikiran mereka sendiri alih-alih mencoba mencari dan memahami arti sebuah kehidupan.
Inilah yang harus dimengerti,ketika seseorang tidak mengetahui panggilan hidupnya,mereka akan hidup tanpa tujuan,tidak memberi manfaat,bahkan terkadang mereka justru merugikan orang lain dan secara tidak sadar sesungguhnya mereka telah menyangkal Sang pencipta yang dengan pasti memberikan tugas yang harus mereka lakukan ketika mereka hidup didunia.
Inilah alasan mereka harus meninggalkan dunia tanpa memberi arti dan manfaat,saya sendiri tidak bisa memberikan contoh keadaan mati yang seperti apa yang masuk dalam golongan ini,yang jelas mereka mati tanpa memberi manfaat dan kematiannya atas izin Tuhan sendiri,seperti perumpamaan "sebuah pohon buah yang ditanam akan ditebang oleh petaninya,jika tidak menghasilkan buah."
Yang ketiga:
Kematian karena menyelesaikan pangilan hidup
Sekarang kebalikan dari kematian karena tidak menyelesaikan panggilan hidup,mereka adalah orang-orang yang mati mulia karena mereka telah menyelesaikan tugas dan panggilan hidupnya didunia.
Sejak semula ketika mereka mulai bisa berpikir mereka umumnya memiliki rasa penasaran kenapa mereka berada dan dilahirkan didunia,apa tujuan semua ini,dan kenapa kehidupan ini harus terjadi?
Mereka memikirkan semua itu,mereka mulai belajar dan menyelidikinya bahkan terkadang harus mengecap pahitnya kehidupan sebelum menemukan kebijaksanaan.
Sampai akhirnya mereka menemukan panggilan hidup yang harus mereka selesaikan sebelum kembali kepada Sang pencipta mereka.
Mereka tidak harus berumur panjang,asalkan tugas mereka telah diselesaikan,dan Tuhan melihat bahwa mereka sudah waktunya untuk kembali,maka kematian akan segera datang,bahkan ada beberapa tokoh besar yang kematiannya sebagai panggilan dan tugasnya.
Jadi bukan masalah umur panjang yang menentukan apakah orang itu benar atau jahat,tetapi lebih kepada penyelesaian tugas dan panggilan hidup didunia,atau bisa jadi mereka yang diberi umur sangat panjang,adalah mereka yang diberi kesempatan untuk menyelesaikan panggilan hidup yang sempat mereka tunda,saya rasa hanya mereka yang berumur sangat panjang yang tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar