Filosofi rasa takut,iman dan visi

Setiap manusia mempunyai visi atau tujuan dalam hidupnya,hanya saja beberapa orang mempunyai visi yang tidak jelas karena tidak memahami panggilan hidupnya.
Apa yang menjadi tujuan anda dalam hidup ini?
Apakah anda pikir,manusia terlahir begitu saja dan tanpa perencanaan Tuhan?

Tentu saja Allah punya maksud melahirkan kita ke bumi.
Beberapa orang menyadari hal ini,tetapi lebih banyak orang mengacuhkan hal ini,bahwa setiap dari kita adalah ciptaan yang spesial,mempunyai tugasnya masing-masing dalam kehidupan.

Visi adalah kompas
anda dalam menjalani hidup.
Anda harus mempunyai visi,tanpanya anda hanya akan mengalami hukum perulangan waktu yang membosankan.
Pernahkan anda suatu waktu merasa bosan menjalani rutinitas anda sehari-hari?
Jika anda pernah merasakannya,berarti anda saat itu sedang berjalan tanpa visi.
Pertanyaannya,dimana kita bisa mengetahui visi kita?
Jawabannya terletak pada apa yang menjadi beban anda dalam hidup ini,maksudnya,apa yang selama ini paling anda pikirkan mengenai kehidupan ini, baik hubungan kita dengan Tuhan,sesama kita maupun dengan alam.
Contohnya,ketika seseorang melihat orang sakit,muncul rasa iba ingin menolongnya,terlebih dia yang sakit tersebut orang miskin,maka muncul beban dalam hati orang tersebut untuk bisa menolong dengan cara apapun yang mungkin bisa dia lakukan,ini menunjukkan tanda dari visi, dimana kejadian itu mempengaruhi hidupnya,melalui keputusan-keputusan yang akan dia ambil selanjutnya.
Orang yang terbeban tersebut pada akhirnya memutuskan untuk sekolah kedokteran,membuka praktek kesehatan khusus melayani orang miskin,dan mendirikan rumahsakit khusus orang miskin.
Inilah yang disebut visi yang telah ditemukan.
Visi yang terlahir dari kejadian yang membuat hatinya terbeban akan sesuatu.

Contoh lain ketika seseorang melihat orang kaya yang pelit ketika diminta bantuannya untuk anak yatim,orang yang melihat kejadian tersebut menjadi geram,dia berpikir seandainya saya sekaya dia sudah pasti saya akan membantu, lalu muncul beban dalam hatinya untuk bisa membantu anak yatim,akhirnya kejadian itu membuatnya mengambil keputusan untuk menjadi pengusaha supaya mempunyai uang untuk membantu anak yatim,ini adalah visi yang terlahir dari belas kasihan kepada anak yatim.
Jadi semua visi tidaklah muncul begitu saja,visi dilahirkan dari beban terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan,manusia dan alam.
Apa yang menjadi beban anda sekarang maka visi akan segera anda temukan.

Setelah visi diperoleh apakah otomatis visi itu bisa kita wujudkan?
Tentu saja tidak semudah itu,ada harga yang harus dibayar dari sebuah visi.
Sering kali visi adalah sesuatu yang besar,dan secara akal sehat tidak mudah diwujudkan,terlebih jika anda memulainya dari orang biasa yang tidak diperhitungkan.
Maksud saya anda memulainya dari nol.
Anda harus siap dihina,dicemooh,direndahkan,dianggap sang pemimpi siang bolong,penghayal,bahkan sering kali orang-orang disekitar kita justru mengucapkan kata-kata yang melemahkan kita.
Jadi sebuah visi saja tidak cukup,anda membutuhkan iman yang kokoh.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan.
Iman adalah pondasi bagi kita untuk mewujudkan visi.
Iman yang kokoh adalah iman yang terlahir dari pengalaman bersama sumber iman itu sendiri.
Siapa sumber iman?
Dia adalah Allah,yang Maha kuat,pencipta kita,pemilik kita,yang membuat kita terlahir di bumi ini.
Jika anda telah mendapatkan visi,maka langkah kita selanjutnya adalah meminta konfirmasi Tuhan,apakah Tuhan mau mendukung visi kita,atau Tuhan punya rencana lain atas kita?
Berdoalah untuk visi anda dan tunggu Tuhan menjawab doa anda.
Biasanya jawaban doa jika dikabulkan adalah sebuah rencana atau keadaan yang mendukung visi anda,tetapi bisa juga peneguhan melalui Tuhan sendiri,baik secara langsung,melalui mimpi,sesama atau bahkan tanda alam.
Jadi anda sendiri yang akan mengetahui apakah visi anda tersebut didukung Tuhan atau tidak.
Jika akhirnya Tuhan tidak setuju dengan visi anda,anda tidak perlu sedih karena pasti Tuhan sudah mempersiapkan visi yang lebih baik untuk diri anda.
Bagian anda hanyalah peka terhadap suara Tuhan.
Bagaimana cara mendengar suara Tuhan?
Melalui doa dan ketenangan hati anda,dari sana akan muncul keinginan baru atau beban baru,jika keinginan dan beban baru tersebut menimbulkan damai sejahtera dihati anda,bahkan membuat pikiran anda nyaman dan tenang maka itulah visi baru dari Tuhan untuk anda.

Setelah visi dan iman sudah kita miliki,apakah itu sudah cukup?
Sayangnya belum.
Dalam prosesnya anda harus memasuki peperangan yang sesungguhnya dalam kehidupan ini.
Visi dan iman harus diuji.
Dengan apa?
Dengan waktu.
Visi dan iman hanyalah sebuah langkah awal,tetapi waktulah yang menentukan akhir.
Anda bisa beriman diawal tetapi anda bisa kehilangan iman di akhir.
Waktu adalah api Tuhan untuk menguji orang yang percaya kepadaNya.
Apakah yang dipersiapkan waktu yang bisa membuat kita gagal?
Waktu memberikan peluang iblis untuk berperang menggagalkan setiap visi orang-orang percaya.
Bagaimana cara iblis bekerja menggagalkan visi kita?
Bukankah Tuhan menjaga kita?
Tentu saja Tuhan menjaga kita,tetapi ini mengenai masa uji.
Maksudnya?
Tuhan itu menguji segala sesuatu,jadi jika dia menguji berarti Dia ingin melihat kita berjuang sementara waktu.
Sampai saat Tuhan bilang cukup.
Wow,,,ini benar-benar hikmat yang dalam dan sulit dipahami dengan pikiran biasa.
Lalu apakah bentuk ujian itu?
Bentuk ujian itu diawali dari pikiran anda sendiri,karena proses dalam muwujudkan visi akan diwarnai banyak rintangan dan hambatan-hambatan di sepanjang jalannya.
Tidak mudah,ini kebenarannya,tapi bisa.
Jika mewujudkan visi itu mudah maka semua orang akan berhasil,kebenarannya banyak yang lebih gagal dan menyerah daripada yang berhasil.
Mereka yang ingin mewujudkan visi akan diuji dari luar dan dari dalam.
Dari luar mereka bisa di remehkan baik oleh teman-teman maupun keluarga karena mempunyai keinginan yang tidak biasa.
Dari dalam diri mereka sendiri yaitu pikirannya,ada rasa takut apakah ini akan berhasil,sementara perjalanan ke depan bukanlah perjalanan mudah,ada sedikit kebimbangan dan keraguan ketika satu-persatu masalah mulai muncul.
Iman disini akan benar-benar diuji dengan berbagai macam keadaan dan situasi,jadi semakin besar dan kokoh iman seseorang maka pada akhirnya semakin tahan uji orang tersebut.
Selain itu,mereka juga akan diperhadapkan pilihan-pilihan lain sepanjang perjalanan mewujudkan visinya,sebisa mungkin iblis akan membuat mereka keluar dari jalur tujuan mereka.
Iblis akan membisikkan hal-hal yang mengandung tipu muslihat.
Jika visi dan iman seseorang lemah maka cepat atau lambat dia akan kalah dan akhirnya gagal mewujudkan visinya.

Satu hal yang perlu disadari adalah bahwa ujian yang paling berat adalah rasa takut yang dimunculkan ke dalam pikiran seseorang.
Rasa takut tersebutlah yang merampas setiap energi positif dari kita,rasa takut membuat seseorang frustasi dan cenderung melakukan hal-hal dan kebiasaan buruk.
Rasa takut membuat seseorang keluar dari jalur mewujudkan visinya.
Iblis adalah akar dari setiap rasa takut,rasa takut akan hal-hal yang belum terjadi dan yang belum kita ketahui.
Iblis mengalihkan fokus kita dari visi kepada rasa takut tersebut.
Contohnya,ketika seseorang sedang berjuang mewujudkan visinya di masa muda,iblis akan mempengaruhinya dengan pikiran negatif seperti ini "jika kamu meneruskan visimu,kamu tidak akan bisa menikmati masa mudamu seperti orang-orang lain yang saat ini sedang menikmati hidup dan bersenang-senang,kenapa kamu bersusah payah mewujudkan hal yang belum tentu berhasil?"
Iblis akan melanjutkan pengaruhnya dengan berkata,"lihatlah kamu sekarang,kamu masih bukan siapa-siapa,tidak ada yang peduli dengan kamu dan perjuanganmu,kenapa kamu bersusah payah memikirkan orang lain yang tidak memikirkan kamu?"

Iblis akan menambahkan,"lihat kamu sudah tidak terurus,lambat menikah hanya karena visimu yang bodoh tersebut."
Banyak senjata iblis yang akan menjadi bahan ujian untuk kita,Sementara Tuhan melihat dari jauh apakah kita tahan uji atau kalah terhadap tipu muslihat iblis,jika dirasa cukup oleh Tuhan maka Dia akan segera menolong kita dan meneguhkan kita,karena sekuat apapun kita,jika Tuhan tidak segera mengakhiri ujianNya maka anda pasti kalah,karena kita hanya daging yang lemah.

Jadi disini yang dilihat adalah perjuangan kita dalam menangkis setiap dakwaan dari iblis.
Apakah kita tetap berdiri kokoh dengan iman kita atau kita menyerah?
Percayalah,tidak untuk selamanya Allah membiarkan orang lemah berteriak minta tolong,ada waktu Tuhan,Dia akan memunculkan kebenaran kita seperti terang,Dia akan membuat kita mendapatkan kemenangan.
Kita memang seperti cacing dihadapan Allah,kita bukan siapa-siapa dihadapanNya,tetapi oleh kuasa Roh kudusnya kita menjadi kuat dan akan memginjak musuh kita yaitu iblis bapa segala pendusta.
Jika kita mempunyai visi,dan mengaku mempunyai iman,buktikanlah dengan waktu,sampai kapan anda berjuang?
Karena ada tertulis yang awal akan menjadi yang akhir,dan yang akhir akan menjadi yang terawal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar