Suatu kali ada seorang pemuda bersama temannya sedang berjalan menuju suatu tempat,hari itu hujan baru saja turun dan menyebabkan jalan yang mereka lalui sebagian becek dan licin.
Di tengah perjalanan pemuda tersebut melihat ada genangan air,sehingga dia harus berhenti dan mencari-cari bagian jalan yang terlihat kering dan bisa dilalui,,,
Tidak terlalu lama akhirnya dia menemukan sisi jalan yang terlihat kering,akhirnya dia melompat ke sisi jalan tersebut dan,,,sreeeettttttt,,,, buukkkkkk,,!!!
Pemuda itu terpleset dan jatuh,karena jalan yang terlihat kering tersebut,hanya terlihat kering,tetapi sebenarnya bagian dalamnya basah dan licin.
Dari cerita di atas,kita bisa melihat bahwa banyak diantara kita sering tertipu oleh keadaan,kita melihat sesuatu yang nampak baik,padahal kenyataannya buruk,kita melihat bahwa sesuatu sepertinya berjalan lancar tetapi tidak di sangka justru hal buruk menghampiri lebih cepat.
Terlalu sering kita melihat apa yang tampak,tetapi tidak melihat dibalik apa yang tampak,ini seperti menonton video tanpa tahu apakah isi video tersebut rekaman asli atau sebuah rekayasa.
Jika ini yang terjadi,sangat wajar kehidupan generasi ke generasi selalu dikuasai propaganda dari mereka yang pintar tetapi tidak berkarakter.
Wajar sebuah bangsa menjadi boneka dari bangsa lain jika pemimpin negara tidak bisa melihat sesuatu yang tersembunyi di balik situasi dan keadaan.
Jika generasi kita tidak memahami ini,maka di era informasi akan banyak tipu muslihat dari mereka yang mengaku gembala baik,padahal sesungguhnya mereka serigala berhati iblis.
Jalan satu-satunya adalah kita harus memiliki kesadaran diri dengan mengambil keputusan bahwa kita adalah tuan dari pikiran,hati dan takdir kita,kitalah yang bertanggung jawab,ingat Tuhan memberikan kehendak bebas kepada kita untuk membuat pilihan,Tuhan hanya memberikan hukum-hukumNya yang harus dipahami dan ditaati,tetapi mengenai takdir anda,andalah penulisnya.
Kembalilah kepada pemikiran logika dari hukum-hukum dan ketetapan yang benar dan pasti.
Belajarlah melihat sesuatu dengan lebih cermat,lebih dalam dan kesumbernya.
Ambillah keputusan berdasarkan keyakinan yang memberdayakan.
Jika kita ingin menjadi pribadi yang unggul dan bijak,maka buanglah tahyul dari hidup kita.
Jangan menjadi bodoh dengan tahyul,percaya sesuatu dapat terjadi dengan ajaib tanpa usaha yang cukup.
Jadilah pribadi yang luwes dengan pemikiran logis sesuai kebenaran dan keyakinan yang membangun,bukan melemahkan.
Saya rasa kita bisa menciptakan perbedaan setelah sekian lama menjadi budak kebodohan,kita bisa menjadi bangsa yang unggul dan disegani jika kita mau berubah dengan terus belajar segala hal untuk terus bertumbuh.
Saya sendiri bersaksi bahwa setiap tulisan saya selalu dipenuhi harapan bahwa saya ingin menjadi bagian dari tumbuhnya kehidupan yang berkualitas,dan saya percaya sudah menjadi kewajiban bagi mereka yang berpikir untuk membagikan pemikiran yang memberdayakan dan membantu sesama menciptakan kehidupan berkualitas.
Terkadang saya merasa sendiri melakukannya,tetapi kebenarannya saya tidak pernah sendiri,ada kekuatan logis yang selalu siap membantu saya.
Membicarakan hal logis,adalah membicarakan keyakinan inti seseorang,karena apa yang tahyul bagi seseorang bisa menjadi logis bagi orang lain,karena sesuatu itu disebut logis atau tahyul ditentukan oleh tingkat kesadaran kita mengenai potensi dan kemampuan yang kita miliki.
Tetapi tahyul adalah hal lain,jika anda percaya setiap kata-kata seseorang tanpa mempertimbangkannya,terlebih tidak mengambil keputusan anda sendiri,saya pastikan bahwa anda adalah budak tahyul.
Seperti pepatah bijak,"Mereka yang ragu dengan dirinya sendiri menjadi seperti kapal yang terombang-ambing oleh ombak lautan karena badai,tidak tahu arah dan akhirnya terdampar".
Di tengah perjalanan pemuda tersebut melihat ada genangan air,sehingga dia harus berhenti dan mencari-cari bagian jalan yang terlihat kering dan bisa dilalui,,,
Tidak terlalu lama akhirnya dia menemukan sisi jalan yang terlihat kering,akhirnya dia melompat ke sisi jalan tersebut dan,,,sreeeettttttt,,,, buukkkkkk,,!!!
Pemuda itu terpleset dan jatuh,karena jalan yang terlihat kering tersebut,hanya terlihat kering,tetapi sebenarnya bagian dalamnya basah dan licin.
Dari cerita di atas,kita bisa melihat bahwa banyak diantara kita sering tertipu oleh keadaan,kita melihat sesuatu yang nampak baik,padahal kenyataannya buruk,kita melihat bahwa sesuatu sepertinya berjalan lancar tetapi tidak di sangka justru hal buruk menghampiri lebih cepat.
Terlalu sering kita melihat apa yang tampak,tetapi tidak melihat dibalik apa yang tampak,ini seperti menonton video tanpa tahu apakah isi video tersebut rekaman asli atau sebuah rekayasa.
Jika ini yang terjadi,sangat wajar kehidupan generasi ke generasi selalu dikuasai propaganda dari mereka yang pintar tetapi tidak berkarakter.
Wajar sebuah bangsa menjadi boneka dari bangsa lain jika pemimpin negara tidak bisa melihat sesuatu yang tersembunyi di balik situasi dan keadaan.
Jika generasi kita tidak memahami ini,maka di era informasi akan banyak tipu muslihat dari mereka yang mengaku gembala baik,padahal sesungguhnya mereka serigala berhati iblis.
Jalan satu-satunya adalah kita harus memiliki kesadaran diri dengan mengambil keputusan bahwa kita adalah tuan dari pikiran,hati dan takdir kita,kitalah yang bertanggung jawab,ingat Tuhan memberikan kehendak bebas kepada kita untuk membuat pilihan,Tuhan hanya memberikan hukum-hukumNya yang harus dipahami dan ditaati,tetapi mengenai takdir anda,andalah penulisnya.
Kembalilah kepada pemikiran logika dari hukum-hukum dan ketetapan yang benar dan pasti.
Belajarlah melihat sesuatu dengan lebih cermat,lebih dalam dan kesumbernya.
Ambillah keputusan berdasarkan keyakinan yang memberdayakan.
Jika kita ingin menjadi pribadi yang unggul dan bijak,maka buanglah tahyul dari hidup kita.
Jangan menjadi bodoh dengan tahyul,percaya sesuatu dapat terjadi dengan ajaib tanpa usaha yang cukup.
Jadilah pribadi yang luwes dengan pemikiran logis sesuai kebenaran dan keyakinan yang membangun,bukan melemahkan.
Saya rasa kita bisa menciptakan perbedaan setelah sekian lama menjadi budak kebodohan,kita bisa menjadi bangsa yang unggul dan disegani jika kita mau berubah dengan terus belajar segala hal untuk terus bertumbuh.
Saya sendiri bersaksi bahwa setiap tulisan saya selalu dipenuhi harapan bahwa saya ingin menjadi bagian dari tumbuhnya kehidupan yang berkualitas,dan saya percaya sudah menjadi kewajiban bagi mereka yang berpikir untuk membagikan pemikiran yang memberdayakan dan membantu sesama menciptakan kehidupan berkualitas.
Terkadang saya merasa sendiri melakukannya,tetapi kebenarannya saya tidak pernah sendiri,ada kekuatan logis yang selalu siap membantu saya.
Membicarakan hal logis,adalah membicarakan keyakinan inti seseorang,karena apa yang tahyul bagi seseorang bisa menjadi logis bagi orang lain,karena sesuatu itu disebut logis atau tahyul ditentukan oleh tingkat kesadaran kita mengenai potensi dan kemampuan yang kita miliki.
Tetapi tahyul adalah hal lain,jika anda percaya setiap kata-kata seseorang tanpa mempertimbangkannya,terlebih tidak mengambil keputusan anda sendiri,saya pastikan bahwa anda adalah budak tahyul.
Seperti pepatah bijak,"Mereka yang ragu dengan dirinya sendiri menjadi seperti kapal yang terombang-ambing oleh ombak lautan karena badai,tidak tahu arah dan akhirnya terdampar".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar