Kekuatan telah menjadi hal yang dikejar dan diperebutkan oleh manusia,karena dengan kekuatan mereka bisa memiliki kekuasaan dan menaklukan apa yang diinginkannya.
Kekuatan telah menjelma menjadi simbol-simbol yang terlihat,
telah menjadi daya ungkit untuk melakukan sesuatu yang besar dan berat dengan sedikit usaha.
Simbol itu yang saat ini diperebutkan dan dengan segala usaha manusia kejar.
Simbol itu adalah uang,harta benda dan barang mewah yang bernilai,kedudukan,jabatan dan kekuasaan.
Manusia memahami dengan memilikinya mereka merasa menjadi manusia unggul dibandingkan mereka yang tidak mempunyainya.
Setelah melewati banyak kegagalan dan perjuangan yang sia-sia,saya menyadari betapa pentingnya memberitahukan sedikit kebijaksanaan kepada mereka yang berpikir.
Kekuatan yang telah menjadi simbol tersebut mempunyai sisi lain yang perlu dipahami,dipelajari dan dikendalikan.
Karena kekuatan itu juga merupakan kelemahan bagi mereka yang memilikinya.
Ketika seseorang mulai memiliki simbol-simbol sebagai kekuatan,mereka sering tidak menyadari bahwa simbol yang mereka banggakan secara bersamaan telah menjadi kelemahan terbesar mereka.
Bagaimana mungkin itu terjadi?
Jika kita mau melihatnya lebih jauh ketika seseorang memiliki uang contohnya,dia akan dibawa kepada banyak pilihan oleh karena uangnya,apakah mereka ingin menggunakannya untuk hal yang baik atau hal buruk.
Faktanya mereka yang mulai memiliki simbol lebih cenderung menggunakan kekuatannya tersebut untuk hal yang buruk.
Diawal mereka mempunyai niat baik jika mereka berhasil memiliki kekuatan,dan akan menggunakannya untuk tujuan yang benar,tetapi setelah simbol itu mereka dapatkan,mereka mulai lupa dan dengan hilangnya kesadaran diri mereka mulai bertindak seperti keledai liar yang tidak bisa diatur.
Mereka menggunakan uangnya untuk pesta pora kemabukan,sex bebas,menyuap,membeli hak orang lain dengan paksa,dan lain-lain.
Ketika kekuatan itu semakin besar,maka mereka akan bertindak semakin liar,mereka membeli simbol-simbol lain untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka berkuasa.
Pada akhirnya kekuatan yang juga kelemahannya tersebut semakin tampak dan terlihat,dan tanpa disadari kekuatannya memperlihatkan kelemahannya yang sepadan,kekuatan tersebut mengundang para penjahat yang menyaksikan bagaimana mereka memamerkan simbol yang mereka banggakan,yang ternyata diinginkan juga oleh kawanan tamu tak diundang.
Akhirnya tibalah waktu bagi para perampok berpesta,katanya,"kita tidak perlu lagi mencari petunjuk,mereka yang memamerkan simbol telah memperlihatkan jalan dan tempatnya,mari kita jerat mereka dan membagi rampasan kita hari ini."
Miris hati ini mendengarnya,bagaimana mungkin kekuatan pada akhirnya membinasakan pemiliknya.
Setelah perjalanan spiritual saya yang cukup melelahkan,saya menyadari bagaimana manusia harus bersikap,bagaimana manusia harus mempunyai penguasaan diri.
Ketika manusia mulai merasa benar,sesungguhnya dia salah,ketika manusia mulai merasa suci sesungguhnya dia cemar.
Tidak ada manusia yang tidak berbuat dosa,seorangpun tidak.
Bahkan ketika seseorang baru dilahirkan,dia sesungguhnya mempunyai dosa turunan dari nenek moyangnya,seperti kita saat ini,ikut menanggung dosa adam dan hawa,yang akhirnya dibuang ke bumi,jika bayi tidak berdosa,pastinya dia tidak lahir di bumi,karena bumi adalah tempat dimana adam dan hawa dibuang dari firdaus karena melakukan dosa.
Itu saja sudah cukup untuk menjawab mereka yang berpikir bahwa bayi yang dikandungan dan yang baru dilahirkan itu masih suci.
Jika itu kebenarannya,adakah kekuatan itu?
Kekuatan itu dekat dengan mulutmu,kekuatan itu lebih dekat dari nafasmu,kekuatan itu adalah Firman Tuhan Allahmu,dia yang mengampuni dengan firmanNya sekalipun dosamu merah seperti kain kirmizi akan menjadi putih seperti bulu domba,sekalipun dosamu merah seperti kesumba akan menjadi putih seperti salju.
Celakalah aku,jika pengampunan itu tidak ada,celakalah aku karena akulah yang paling hina dibandingkan semua manusia yang ada,aku mengejar kebenaran,tetapi aku tersandung dan terjatuh kedalam lumpur kotor.
Jika tidak ada pengampunan,maka sia-sia aku hidup,karena hidupku penuh dengan kecemaran,jika tidak ada pengampunan,maka akulah yang paling pantas masuk neraka lebih dahulu.
Tetapi aku percaya sedikit niatku untuk melakukan kebenaran dan usahaku yang juga sering kalah pada akhirnya akan membawaku kepada keslamatan terbesar yang dijanjikan,karena jika aku lemah maka aku kuat olehNya.
Kekuatan telah menjelma menjadi simbol-simbol yang terlihat,
telah menjadi daya ungkit untuk melakukan sesuatu yang besar dan berat dengan sedikit usaha.
Simbol itu yang saat ini diperebutkan dan dengan segala usaha manusia kejar.
Simbol itu adalah uang,harta benda dan barang mewah yang bernilai,kedudukan,jabatan dan kekuasaan.
Manusia memahami dengan memilikinya mereka merasa menjadi manusia unggul dibandingkan mereka yang tidak mempunyainya.
Setelah melewati banyak kegagalan dan perjuangan yang sia-sia,saya menyadari betapa pentingnya memberitahukan sedikit kebijaksanaan kepada mereka yang berpikir.
Kekuatan yang telah menjadi simbol tersebut mempunyai sisi lain yang perlu dipahami,dipelajari dan dikendalikan.
Karena kekuatan itu juga merupakan kelemahan bagi mereka yang memilikinya.
Ketika seseorang mulai memiliki simbol-simbol sebagai kekuatan,mereka sering tidak menyadari bahwa simbol yang mereka banggakan secara bersamaan telah menjadi kelemahan terbesar mereka.
Bagaimana mungkin itu terjadi?
Jika kita mau melihatnya lebih jauh ketika seseorang memiliki uang contohnya,dia akan dibawa kepada banyak pilihan oleh karena uangnya,apakah mereka ingin menggunakannya untuk hal yang baik atau hal buruk.
Faktanya mereka yang mulai memiliki simbol lebih cenderung menggunakan kekuatannya tersebut untuk hal yang buruk.
Diawal mereka mempunyai niat baik jika mereka berhasil memiliki kekuatan,dan akan menggunakannya untuk tujuan yang benar,tetapi setelah simbol itu mereka dapatkan,mereka mulai lupa dan dengan hilangnya kesadaran diri mereka mulai bertindak seperti keledai liar yang tidak bisa diatur.
Mereka menggunakan uangnya untuk pesta pora kemabukan,sex bebas,menyuap,membeli hak orang lain dengan paksa,dan lain-lain.
Ketika kekuatan itu semakin besar,maka mereka akan bertindak semakin liar,mereka membeli simbol-simbol lain untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka berkuasa.
Pada akhirnya kekuatan yang juga kelemahannya tersebut semakin tampak dan terlihat,dan tanpa disadari kekuatannya memperlihatkan kelemahannya yang sepadan,kekuatan tersebut mengundang para penjahat yang menyaksikan bagaimana mereka memamerkan simbol yang mereka banggakan,yang ternyata diinginkan juga oleh kawanan tamu tak diundang.
Akhirnya tibalah waktu bagi para perampok berpesta,katanya,"kita tidak perlu lagi mencari petunjuk,mereka yang memamerkan simbol telah memperlihatkan jalan dan tempatnya,mari kita jerat mereka dan membagi rampasan kita hari ini."
Miris hati ini mendengarnya,bagaimana mungkin kekuatan pada akhirnya membinasakan pemiliknya.
Setelah perjalanan spiritual saya yang cukup melelahkan,saya menyadari bagaimana manusia harus bersikap,bagaimana manusia harus mempunyai penguasaan diri.
Ketika manusia mulai merasa benar,sesungguhnya dia salah,ketika manusia mulai merasa suci sesungguhnya dia cemar.
Tidak ada manusia yang tidak berbuat dosa,seorangpun tidak.
Bahkan ketika seseorang baru dilahirkan,dia sesungguhnya mempunyai dosa turunan dari nenek moyangnya,seperti kita saat ini,ikut menanggung dosa adam dan hawa,yang akhirnya dibuang ke bumi,jika bayi tidak berdosa,pastinya dia tidak lahir di bumi,karena bumi adalah tempat dimana adam dan hawa dibuang dari firdaus karena melakukan dosa.
Itu saja sudah cukup untuk menjawab mereka yang berpikir bahwa bayi yang dikandungan dan yang baru dilahirkan itu masih suci.
Jika itu kebenarannya,adakah kekuatan itu?
Kekuatan itu dekat dengan mulutmu,kekuatan itu lebih dekat dari nafasmu,kekuatan itu adalah Firman Tuhan Allahmu,dia yang mengampuni dengan firmanNya sekalipun dosamu merah seperti kain kirmizi akan menjadi putih seperti bulu domba,sekalipun dosamu merah seperti kesumba akan menjadi putih seperti salju.
Celakalah aku,jika pengampunan itu tidak ada,celakalah aku karena akulah yang paling hina dibandingkan semua manusia yang ada,aku mengejar kebenaran,tetapi aku tersandung dan terjatuh kedalam lumpur kotor.
Jika tidak ada pengampunan,maka sia-sia aku hidup,karena hidupku penuh dengan kecemaran,jika tidak ada pengampunan,maka akulah yang paling pantas masuk neraka lebih dahulu.
Tetapi aku percaya sedikit niatku untuk melakukan kebenaran dan usahaku yang juga sering kalah pada akhirnya akan membawaku kepada keslamatan terbesar yang dijanjikan,karena jika aku lemah maka aku kuat olehNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar