Faktanya belajar bukan hanya dari guru,seminar,buku,atau orang lain,lebih dari itu kita juga bisa belajar dari makluk kecil seperti semut yang saya sebutkan diatas,
beberapa hari yang lalu ketika saya sedang dikamar mandi,secara tidak sengaja mata saya menemukan pemandangan yang
berbeda,ya,,, saya melihat sekumpulan semut yang sedang merayap didinding.
Saya mengamat-amatinya ternyata dalam aktifitas semut ini ada sesuatu yang unik dan bisa menjadi pembelajaran dalam hidup manusia,saya melihat semut-semut ini berjalan berbaris dari dua arah yang berlawanan,dan setiap mereka berpas-pasan mereka saling menyentuhkan kepala mereka seolah-olah saling berucap salam, dan yang membuat saya terkagum-kagum adalah tidak ada satupun sesama semut yang dilewati,contohnya jika dari timur ada 2 ekor semut dan dari barat ada 10 ekor semut,mereka tetap saling menyentuhkan kepala mereka ketika berpas-pasan,benar-benar tidak ada yang dilewati,minimal mereka bersentuhan badan jika tidak mengenai kepala mereka,mungkin secara ilmu biologi ada yang bisa menjelaskan maksud aktifitas semut-semut ini.
Akan tetapi yang terpenting disini adalah sudut pandang saya mengenai aktifitas semut-semut ini,seolah-olah mereka mengajarkan pentingnya hidup saling bersilaturahmi,mereka mengajarkan bahwa hidup ini tidak individu dan harus bersosial,atau mereka menunjukkan bahwa mereka saling mengenal dan berasal dari jenis yang sama,coba anda pikirkan,,, seekor semut yang kecil ini begitu bijaksana diciptakan Tuhan,coba bandingkan dengan kehidupan manusia,oh... saya sendiri malu membandingkannya,coba kita sejenak mengulas kehidupan manusia yang serba gengsi,saling menjatuhkan,memikirkan diri sendiri,tidak mau tahu dengan kesusahan orang lain,dst
Sekarang dengan pelajaran dari semut ini kita bisa mengambil sebuah kesimpulan,yakni bahwa dalam hidup ini kita harus saling peduli,kompak,tidak egois,tidak sombong,
lihat...semut saja bisa bijaksana masa kita manusia kalah,sebenarnya masih banyak lagi pelajaran dari semut ini yang bisa kita ambil,tetapi saya yakin anda bisa lebih baik dari saya untuk menyimpulkannya sendiri,karena anda dianugrahi otak yang luar biasa oleh Tuhan untuk berpikir,
dan yang terpenting mulai saat ini kita harus saling peduli dan tidak sombong terhadap sesama,yang tadinya tidak bertegur sapa sekarang menjadi suka menyapa atau mengucapkan salam kepada sesama,akhir kata,jadilah bijak.
beberapa hari yang lalu ketika saya sedang dikamar mandi,secara tidak sengaja mata saya menemukan pemandangan yang
berbeda,ya,,, saya melihat sekumpulan semut yang sedang merayap didinding.
Saya mengamat-amatinya ternyata dalam aktifitas semut ini ada sesuatu yang unik dan bisa menjadi pembelajaran dalam hidup manusia,saya melihat semut-semut ini berjalan berbaris dari dua arah yang berlawanan,dan setiap mereka berpas-pasan mereka saling menyentuhkan kepala mereka seolah-olah saling berucap salam, dan yang membuat saya terkagum-kagum adalah tidak ada satupun sesama semut yang dilewati,contohnya jika dari timur ada 2 ekor semut dan dari barat ada 10 ekor semut,mereka tetap saling menyentuhkan kepala mereka ketika berpas-pasan,benar-benar tidak ada yang dilewati,minimal mereka bersentuhan badan jika tidak mengenai kepala mereka,mungkin secara ilmu biologi ada yang bisa menjelaskan maksud aktifitas semut-semut ini.
Akan tetapi yang terpenting disini adalah sudut pandang saya mengenai aktifitas semut-semut ini,seolah-olah mereka mengajarkan pentingnya hidup saling bersilaturahmi,mereka mengajarkan bahwa hidup ini tidak individu dan harus bersosial,atau mereka menunjukkan bahwa mereka saling mengenal dan berasal dari jenis yang sama,coba anda pikirkan,,, seekor semut yang kecil ini begitu bijaksana diciptakan Tuhan,coba bandingkan dengan kehidupan manusia,oh... saya sendiri malu membandingkannya,coba kita sejenak mengulas kehidupan manusia yang serba gengsi,saling menjatuhkan,memikirkan diri sendiri,tidak mau tahu dengan kesusahan orang lain,dst
Sekarang dengan pelajaran dari semut ini kita bisa mengambil sebuah kesimpulan,yakni bahwa dalam hidup ini kita harus saling peduli,kompak,tidak egois,tidak sombong,
lihat...semut saja bisa bijaksana masa kita manusia kalah,sebenarnya masih banyak lagi pelajaran dari semut ini yang bisa kita ambil,tetapi saya yakin anda bisa lebih baik dari saya untuk menyimpulkannya sendiri,karena anda dianugrahi otak yang luar biasa oleh Tuhan untuk berpikir,
dan yang terpenting mulai saat ini kita harus saling peduli dan tidak sombong terhadap sesama,yang tadinya tidak bertegur sapa sekarang menjadi suka menyapa atau mengucapkan salam kepada sesama,akhir kata,jadilah bijak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar