Pengertian hukum causalis

Disebut juga hukum sebab-akibat,hukum ini menjelaskan bahwa segala sesuatu ada dasarnya yang akan menimbulkan suatu akibat.

Hukum ini paling mudah dimengerti dan dipahami dan anda akan memperoleh beberapa contoh hubungan hukum ini dalam kehidupan.
Dan hal yang paling mudah untuk menjelaskan hukum ini adalah pribahasa ada gula ada semut.
Selama ini mungkin anda mempertanyakan dalam diri,
mengapa saya bukan orang pintar?
mengapa saya tidak di lahirkan di keluarga kaya?
mengapa saya tidak pernah berhasil di dalam bisnis?

Ini saatnya anda mengerti hukum causalis,ingat segala sesuatu ada dasarnya,dan tentunya jika saat ini anda miskin,anda gagal,tidak pintar,itu semua memiliki sebab yang membuat anda demikian, bisa karena anda malas belajar,atau anda malas bekerja, atau mungkin dulu orang tua atau nenek moyang anda melakukan hal itu juga sehingga anda bukan di lahirkan di keluarga kaya ataupun pintar.

Jawaban seperti di atas cukup untuk menjawab apapun pertanyaan di dalam benak anda,hanya mungkin masing-masing dari anda memiliki jawaban tersendiri,tetapi itu adalah akibat dari keputusan masa lalu.

Sekarang yang terpenting adalah akibat apa yang anda inginkan di masa depan,entah itu kesuksesan,kelimpahan,kesehatan,mulailah untuk memilih dasar atau sebab yang akan membawa anda ke tujuan tersebut,dan sebab itu harus anda tentukan sekarang juga,jika anda ingin kaya tentunya sebab yang anda pilih untuk  mencapainya adalah dengan menghasilkan uang,untuk menghasilkan uang anda harus tahu caranya,dan untuk tahu caranya anda harus belajar,dan untuk mau belajar tentunya anda harus punya niat,dan seterusnya.

Milikilah dasar yang kokoh yang membuat anda benar-benar yakin bahwa dasar tersebut akan membawa anda ke tempat yang anda inginkan,jika dasar yang dulu anda lakukan telah membuat anda sekarang menyesal,maka saatnya anda melakukan pilihan yang berbeda dan tentunya anda juga mengerti tidak mungkin mengharapkan hasil yang yang berbeda jika anda melakukan dengan cara yang sama,karena itu di anggap sebagai kebodohan.

Mulai sekarang berpikirlah bijak,jadilah kembali seperti anak-anak yang memiliki sikap rendah hati untuk belajar,termasuk terbuka terhadap segala sesuatu dan tidak melekat terhadap sesuatu kecuali terhadap realitas anda sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar